Bupati Adil Resmi Buka Pelatihan Kegiatan PKA dan PKP Tahun 2021

PEMBUKAAN - Bupati Meranti H Muhammad Adil, melakukan Pembukaan Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrasi (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti | Ist

Riaubisa.com, Meranti - Bupati Meranti H Muhammad Adil, melakukan Pembukaan Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrasi (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang diselenggarakan oleh (BKD) Badan Kepegawaian Daerah Tahun 2021, digedung Hijau Kantor Bupati, Selasa (14/09/2021).

Sebanyak kurang lebih 40 orang ASN dilingkungan Pemkab Meranti, mengikuti pelatihan tersebut. Turut hadir dalam acara itu, Wakil Bupati H Asmar, Sekda Meranti H Kamsol, Ketua DRPD Jack Ardiansyah, Danposal diwakili, Danramil 02, Ketua MUI H Mustafa serta Pejabat Eselon dilingkungan Pemkab Meranti.

Kepala Badan BPSDM Riau, Joni Irwan, dalam sambutannya secara virtual mengucapkan rasa terima kasih kepada Bupati Meranti dan Wakil Bupati telah hadir dalam acara ini, dia berharap khususnya bagi pejabat Meranti harus mampu memberikan pelayanan publik dan mengelola dengan baik untuk meningkatkan daya saing ke tingkat Nasional.

"PKA dan PKP kususnya di Riau harus mampu menciptakan tata kelola yang baik tentunya untuk kemajuan setiap Daerah," kata Joni.

FOTO : Bupati Meranti, HM Adil, Berfoto Bersama Usai Membuka Acara Pelatihan PKA & PKP

Dalam pelatihan ini, pihaknya berharap kepada pejabat agar bisa meningkatkan kemampuannya dalam menguasai teknologi dan informasi. "Saya infokan bahwa kegiatan pelaksanaan PKA dan PKP ini adalah perdana di Provinsi Riau maka dari itu mari sama-sama kita berikan yang terbaik.” pinta Joni.

Sementara itu, Bupati Meranti H Muhammad Adil, mengatakan, momentum penyelenggaraan pelatihan seperti ini dilaksanakan sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas pejabat eselon ll dan IV agar nantinya dapat mengemban dan menyelenggarakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik dan optimal.

"Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh pemahaman tentang tugas dan peranan sebagai agen pembaharuan yang memillki cara berpikir, bersikap, dan bertindak secara benar juga tepat, selalu berpihak pada kemaslahatan rakyat sebagai implementasi kepemerintahan yang baik untuk mewujudkan kepercayaan masyarakat," ucap Adil.

Adapun dasar pelaksanaan pembukaan Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Pegawai Negeri Sipil ini, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) pada ketentuan Pasal 69 ayat (3) huruf b.

Dalam Undang-Undang mengamanatkan diukur undang tersebut kompetensi bahwa manajerial dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural atau manajemen, dan pengalaman kepemimpinan.

Pegawai Negeri Sipil sebagai unsur utama sumber daya aparatur negara mempunyai peranan yang menentukan keberhasilan penyelenggaraaan pemerintahan dan pembangunan untuk masyarakat.

Oleh karena itu, diperlukan PNS yang mempunyai kompetensi yang dicerminkan dengan sikap dan perilakunya yang setia dan taat kepada negara, bermoral, bermental baik, berintegritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat sebagai unsur bangsa berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945, serta mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

FOTO : Suasana Ruang Hijau Kantor Bupati, Selasa (14/09/2021) Saat Digelar Pelatihan PKA & PKP

Adapun jumlah peserta PKA berjumlah 40 orang dan PKP terdiri dari 40 orang. Meskipun jumlah peserta untuk pelatihan ini masih berjumlah 40% dari target awal, yakni 100 orang untuk kedua pelatihan, hal ini dikarenakan salah satunya jadwal dari BPSDM yang tengah padat. "Saat ini BPSDM Riau juga sedang melaksanakan golongan l angkatan 2018," ulasnya.

Adil juga menyebut, saat ini SDM pegawai yang ada di Pemkab Meranti, sangat memadai. Hal inilah merupakan kunci dan modal utama dalam memacu akselerasi pembangunan di tengah dengan integrasi berbagai komponen yang saling mendukung, baik dari segi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, ekonomi, maupun aspek sosial dan budaya, sebagai sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Untuk itu kata dia lagi, diperlukan keseriusan dan komitmen yang tegas yang nantinya akan mengurusi administratif di daerah, meskipun penyelenggaraan pelatihan ini menggunakan metode online (e-learning) karena pandemi.

"Saya berharap saudara-saudara dapat mengikuti dengan baik semua materi. Keikutsertaan sebagai peserta tidak hanya dilihat pada kehadiran di kelas dan materi. Kita minta panitia dapat melihat dan mengamati juga peserta yang pro aktif dan mempunyai kesungguhan untuk memahami setiap permasalahan melalui diskusi atau kegiatan pembelajaran lainnya di setiap kegiatan pembelajaran,” harap Adil. (Rul)