Keluarga Korban Ungkap Fakta Baru Dugaan Penyerangan Oknum Anggota DPRD Pekanbaru

Warga RT 02 RW 05 Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Surya Dharma | Riaubisa.com2021

Riaubisa.com, Pekanbaru - Warga RT 02 RW 05 Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Surya Dharma, merasa keberatan dengan pernyataan Ketua Depidar IV Soksi Riau, Ridwan GP yang berkomentar di salah satu media online soal bantahannya dalam kasus dugaan penyerangan di Jalan Irkab, Kota Pekanbaru.

Dalam bantahan itu, Ridwan menyebutkan bahwa oknum Anggota DPRD Kota Pekanbaru berinisial IYS dikeroyok dan diinjak oleh sekelompok pemuda hingga terjatuh di Jalan. Sementara, Surya mengungkapkan jika pernyataan itu tidak sesuai dengan fakta yang terjadi dilapangan.

"Secara logika, saat kejadian kondisi Jalan dalam keadaan basah dan becek karena dalam kondisi hujan dan ada genangan air, ada tidak baju Ibu IYS basah atau kotor waktu melapor ke Polresta Pekanbaru saat itu?," kata Surya, kepada riaubisa.com, Jum'at (03/09/2021).

Sementara itu, pernyataan lain yang menurutnya tidak benar adalah suami oknum dewan itu tidak keluar saat kejadian. Dari keterangan keponakannya yang berada di depan rumah, orang yang mendorong pintu rumah adik iparnya itu adalah suami IYS.

"Yang dilihat keponakan saya di depan rumah, bapak itu (suami IYS,red). Dia (suami IYS,red) mengejar ke dalam rumah dan mendorong pintu tapi ditahan dari dalam oleh pemilik rumah sambil mengatakan "keluarkan anak anjing itu"," kata Surya.

 

Yang membuatnya tidak habis pikir, pertanyaan lain yang disebutkan petinggi Soksi Riau ini adalah oknum dewan IYS mengaku tidak menolak dan memaki maki seorang Ibu Ibu yang saat itu datang menjelaskan kejadiannya.

"Padahal yang dia (IYS,red) tolak itu adek saya dan kasus itu terjadi persis di depan mata saya. Dia marah marah dan membentak pemilik rumah dan dijawab oleh adek saya agar oknum dewan itu beserta keluarganya jangan buat masalah dirumahnya," ucap Surya.

Pihaknya menyayangkan adanya pernyataan yang tidak benar dilakukan oleh organisasi sayap Partai Golkar tersebut. Harusnya sebelum membuat pernyataan di media, organisasi itu melalui timnya menghimpun kasus ini terlebih dahulu dari kedua belah pihak.

"Informasi yang disampaikan pun tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Terserah dia (IYS,red) mau lapor apa pun dan apa yang terjadi sebenarnya dalam BAP di kepolisian sudah kita jelaskan sejelas jelasnya," terangnya.

Surya merupakan salah satu dari 5 orang saksi yang diperiksa dalam kasus dugaan penyerangan yang dilakukan oleh oknum DPRD Pekanbaru berinisial IYS. Sebagai warga dan pihak keluarga dia merasa ada pembelaan yang tidak benar yang dilakukan secara sepihak.

"Seharusnya sebagai pengurus jangan hanya menerima laporan dari anggotanya, cari informasi di lapangan apa sebenarnya yang terjadi jangan terima mentah mentah mentah, itu bukan menunjukkan seorang pemimpin, melindungi anggota wajar, tapi tentu harus tahu masalahnya terlebih dahulu dari kedua belah pihak," ulasnya.

 

Ketua Depidar IV Soksi Riau, Ridwan GP, saat dikonfirmasi riaubisa.com, menyebutkan, pernyataan yang dia sampaikan di salah satu media online di Riau itu, hasil keterangan yang dikatakan IYS secara pribadi.

"Yang saya sampaikan itu kronologis yang saya tanyakan ke Ibu IYS. Karena simpang siur pemberitaan sudah menyebar kemana mana dan kedua belah pihak mengaku menjadi korban, karena ini sudah masuk ranah lapor melapor, balik lagi kepada kepolisian," ungkapnya.

Kejadian dugaan penyerangan yang dilakukan oknum DPRD Kota Pekanbaru berinisial IYS ini terjadi di Jalan Arifin Achmad, RT 02 RW 06 Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Rabu (01/09/2021) malam.

Polisi dalam kasus ini telah memeriksa oknum DPRD Pekanbaru berinisial IYS serta suami dan anaknya serta 5 orang warga yang terdiri dari 4 pemuda dan 1 orang bernama perempuan pemilik rumah yang diduga diserang oknum dewan ini.