KPK Sebut Bupati Kuansing dan Sekda Jalani Pemeriksaan Intensif di Gedung Merah Putih

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo (kiri) dan Bupati Kuansing, Suhardiman Amby beserta Sekda Kuansing, Zulkarnain (kanan) | Foto : editing by RiauBISA

RiauBISA.com, Teluk Kuantan - Bupati Kuansing, Suhardiman Amby beserta Sekda Kuansing, Zulkarnain, saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di gedung merah putih, Jalan Kuningan Persada Kavling 4, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, mengatakan, keduanya datang menyerahkan diri dan tiba di gedung merah putih KPK, Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 21.17 WIB.

"(Bupati Kuansing dan Sekda) masih menjalani pemeriksaan," ucap Budi.

Keberadaan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Sekda Kuansing, Zulkarnain, sebelumnya sempat menjadi buah bibir karena hilang secara misterius usai operasi senyap yang dilakukan oleh KPK.

Bahkan dari informasi yang diterima RiauBISA.com, kemarin malam, Suhardiman dan Zulkarnain, diterbangkan dan diantar oleh seorang politisi senior asal Riau berinisial S.

Tak lama informasi itu menguak, tersebar foto di publik Suhardiman dan Zulkarnain, tiba dan landing di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Foto itu, memperlihatkan Datuk Panglimo Dalam, dengan posisi kedua tangan masuk ke kantong saku, berjalan di lorong bandara didampingi oleh pengacara pribadinya, Rizki Poliang.

Suhardiman di foto itu, terlihat menggunakan kemeja biru denim dibalut rompi hitam dan celana jeans serta topi hitam dengan wajah tertutup masker.

Di depan juga terlihat Sekda Kuansing, Zulkarnain, yang sekilas terlihat menggunakan masker di wajahnya meski ditutupi.

KPK hingga saat ini, belum merilis secara resmi siapa saja para tersangka yang terlibat dalam perkara kasus dugaan jual beli jabatan Sekda di Kabupaten Kuansing.

Lembaga antirasuah diketahui akan menyampaikan secara resmi perihal operasi senyap di negeri berjuluk seribu jalur itu, setelah seluruh proses konstruksi perkara, peran pihak yang diamankan serta penetapan tersangka.

Sebelumnya, tim KPK mengumumkan secara resmi peringatan atas hilangnya buruan mereka di depan publik yakni Bupati Kuansing, Suhardiman Amby dan Sekda Kuansing, Zulkarnain.

Mereka berdua dimintai keterangannya dalam pertanggungjawaban dugaan suap jual beli jabatan. KPK dalam perkara ini, telah menangkap 10 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang ada di negeri berjuluk seribu jalur.

Penangkapan itu dilakukan usai Bupati Kuansing Suhardiman Amby, membuka secara resmi pelaksanaan MTQ yang dihadiri oleh 12 Kabupaten/Kota di Riau. Dimana, Kabupaten Kuansing terpilih sebagai tuan rumah dalam acara tersebut.

Dari sepuluh orang itu, KPK membawa 5 orang ke gedung merah putih, untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif. Kelimanya yakni, 3 orang dari swasta, 1 orang dari ASN di Kuansing dan 1 orang lagi anggota keluarga dari ASN di Kuansing.

Selain mengamankan para tersangka, penyidik KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam operasi senyap ini, diantaranya barang bukti transaksi keuangan elektronik serta 1 unit kendaraan roda empat sebagai media transaksi suap. (*)