Tambang Korupsi Negeri Seribu Jalur
Kisah Hattrick Kasus Gurita Korupsi Bupati Kuansing
Kantor Bupati Kuansing | Foto : Humas Pemkab
RiauBISA.com, Teluk Kuantan - Operasi senyap yang dilakukan oleh KPK di Kabupaten Kuansing, Senin (29/6/2026) menambah daftar panjang runutan kasus korupsi di negeri seribu jalur yang dilakukan oleh kepala daerah yakni Bupati.
Mengulas kilas balik kasus, dimana pada tahun 2021, Mantan Bupati Kuansing, Mursini, divonis bersalah dan djatuhi hukuman 4 tahun penjara. Pengadilan menambah hukuman vonis menjadi 8 tahun penjara.
Mantan Bupati Mursini ditetapkan tersangka oleh penyidik Kejaksaan Negeri Kuansing dan divonis pada Juli 2021 lalu, usai lengser dari jabatan Bupati.
Bupati Mursini kala itu, terlibat korupsi belanja barang dan jasa di Sekretariat Daerah (Setda), Kuansing, senilai Rp5,8 miliar. Tercatat ada enam kegiatan dengan total anggaran Rp13,3 miliar yang bersumber dari APBD Kuansing tahun anggaran 2017.
Kasus kedua, menjerat Andi Putra. Putra Sukarmis ini, ditangkap oleh lembaga anti rasuah pada Oktober 2021 dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait suap perpanjangan izin Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan sawit PT Adimulia Agrolestari (PT AA).
Dia menerima suap dari Sudarso sebagai General Manager PT AA, sebesar Rp 500 juta dan suap kedua diterima pada 18 Oktober 2021 sebesar Rp 200 juta.
Andi Putra divonis 4 tahun penjara atas kasus yang menjeratnya. Namun, Putra Sukarmis ini bebas pada 17 Januari 2024 usai membayar denda Rp 200 juta.
4 Bulan setelah Putra kandungnya Andi Putra bebas, giliran Mantan Bupati Kuansing dua periode Sukarmis ditetapkan tersangka dan ditahan Kejari Kuansing.
Sukarmis ditetapkan tersangka atas kasus korupsi pembangunan Hotel Kuansing dan menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 22 miliar lebih. Sukarmis dinyatakan bersalah dan divonis 12 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Pekanbaru.
Kini, publik menanti giliran selanjutnya. Apakah Bupati aktif saat ini terjerat kasus yang sama?. Sampai saat ini, KPK belum merilis secara resmi kegiatan operasi senyapnya. (*)






