Viral! Oknum Brimob Polda Riau Ngaku Setor Rp650 Juta ke Atasan Agar Tak Dimutasi
Riaubisa.com, Pekanbaru - Oknum Polisi bertugas di Satuan Brimob Polda Riau bernama AD Irawan, membuat heboh media sosial (Medsos) Instagram dengan pengakuan telah menyetorkan Rp650 juta, ke atasan agar tidak dimutasi.
Melalui akun @andrydarmairawan07.2, AD Irawan mengatakan, uang ratusan juta itu disetorkan kepada atasannya Kompol Petrus. Sebelumnya menjabat sebagai Danyon Batalyon B, Rohil.
Pada postingannya, AD menyertakan bukti setoran ke rekening diduga milik Kompol Petrus dan ada juga yang diberikan secara tunai.
Bripka AD mengakui setoran itu ia berikan sejak bulan Oktober 2021 lalu, hingga mencapai ratusan juta rupiah.
Terakhir sebelum di mutasi dari Batalyon B ke Batalyon A Pekanbaru, Bripka AD mengaku diminta Kompol Petrus mencari dana sebesar 53 juta untuk membeli lahan.
Berikut isi postingan Bripka AD di akun miliknya @andrydarmairawan07.2 yang telah di like dan dikomentari ratusan orang.
"Ijin menyampaikan,". "Saya Bripka Andry Darma Irawan, S.A.P".
"Saya sebelumnya berdinas di Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Riau yang berada di Menggala Junction Kabupaten Rokan Hilir".
"Saya dimutasi Demosi tanpa ada kesalahan dari Batalyon B Pelopor ke Batalyon A Pelopor yang berada di Pekanbaru".
"hari Jum'at tanggal 3 Maret 2023 Sprint Mutasi keluar dan hari Rabu tanggal 8 Maret 2023 saya sudah Penghadapan ke tempat baru".
"Karena saya mengurus ibu kandung yang sedang sakit komplikasi,"
"ibu kandung saya mengajak ke Pekanbaru menemui Dansat Brimob Polda Riau untuk meminta pertimbangan terkait mutasi saya".
"Kombespol Ronny Lumban Gaol, S.I.K selaku Dansat Brimob saat ditemui mengatakan,".
"Kamu gak ada salah, kamu terlalu lama disana, terlalu nyaman dan kamu tidak ada kontribusi kepada satuan" Setelah mendengar penjelasan itu,".
"Saya menyampaikan".
"mohon ijin komandan,".
"Saya sudah melakukan semua perintah Danyon saya, dari pengajuan proposal pembangunan polindes ke Pemda Rohil dan sudah terbangun klinik tersebut dikantor Batalyon".
"Selain itu saya juga diminta mencarikan uang dari luar oleh Danyon dan sudah saya setorkan sebesar 650 juta ada bukti-bukti transfernya".
"Beliau menjawab,".
"Saya tidak ada menerima uang tersebut".
"Sekarang kamu pulang dan jalani mutasi kepekanbaru" Setelah itu saya dan ibu kembali pulang".
"Ibu saya merasa pusing dan terjatuh sehingga saya membawa ibu saya berobat".
"Ijin menjelaskan,".
"Sebelumnya Saya diperintahkan oleh Danyon saya Kompol Petrus H Simamora, S.Sos untuk membantu dan mencari dana dari luar kantor".
"Saya laksanakan perintah itu dari bulan Oktober 2021 lalu".
"Saya laksanakan perintah itu dengan berkoordinasi kepada rekanan yang ada di lapangan".
"Sampai bulan februari 2023 saya sudah mengirimkan sejumlah “650 jutaan” ke rekening pribadi Danyon saya dengan nomor rekening 1720001467473 Bank Mandiri an. Petrus Hottiner Simamora ada bukti-bukti transfernya".
"Uang ini khusus ke rekening pribadi Danyon,"
"Lain lagi dana kebutuhan yang beliau perintahkan, serta juga ada yang saya serahkan secara tunai kepada Kompol Petrus dibuktikan dengan chat WhatsApp".
"Sebelum saya dimutasi,"
"Saya diminta oleh Kompol Petrus mencari dana sebesar 53 juta untuk membeli lahan".***






