Perpres Dana Penyelenggaraan Pesantren Terbit, Bupati Meranti & Kiai Gelar Tasyakuran
TASYAKURAN - Bupati Meranti, H Muhammad Adil (Tengah) menggelar tasyakuran dengan tahlil dan dzikir di kediaman pribadinya, Jalan Alah Air, Selatpanjang, Rabu (15/09/2021) malam | Ist
Riaubisa.com, Meranti - Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil, mengaku bersyukur atas terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.
Rasa syukur tersebut, ditandai nya dengan menggelar tasyakuran dengan tahlil dan dzikir di kediaman pribadinya, Jalan Alah Air, Selatpanjang, Rabu (15/09/2021) malam.
Adil dalam sambutannya menjelaskan, Perpres tersebut mengatur tentang dana abadi pesantren. Yang mana kata dia, dana itu dialokasikan khusus untuk pesantren dan bersifat abadi untuk menjamin keberlangsungan pengembangan pendidikan pesantren.
FOTO : Suasana tasyakuran tahlil dan dzikir di kediaman H Muhammad Adil, di Jalan Alah Air, Selatpanjang, Rabu (15/09/2021) malam.
"Untuk Anggaran Pesantren dan honor Kemenag mulai dari MI, MTS hingga Madrasah Aliyah (MA), Pemkab telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Meranti Nomor 15 Tahun 2021, dengan nilai yang beragam," kata Adil.
Adil yang merupakan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga meminta nasihat kepada para kiai dan seluruh pengasuh pondok pesantren, terutama sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Meranti.
"Kami juga meminta petunjuk nantinya pak kiai untuk menegur kami para pengurus PKB jika keluar dari jalur," ucap Adil.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Meranti, Sulman, memberikan apresiasi kepada pemerintah dalam terbitnya Perpres tentang dana abadi pesantren itu.
Dia menyebutkan, Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi kabupaten pertama yang menelorkan Perbup Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pondok Pesantren.
“Kami sangat berterimakasih sekali atas perjuangan pak Bupati dan anggota DPRD Fraksi PKB dalam hal ini," ucap Sulman.
Senada disampaikan oleh Perwakilan pengasuh pondok pesantren di Kepulauan Meranti, Kiai Imam Ghozali yang juga memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada Bupati dan seluruh Fraksi DPRD yang telah turut andil berjuang di jalur umat.
"Yang berjuang untuk pondok pesantren, semoga Allah balas dengan balasan yang paling baik. Mudah-mudahan para umaro diberi kemudahan dalam menjalankan tugas, diberi pertolongan oleh Allah, amanah dan tercapai segala yang dicita-citakan," sebutnya mengaminkan.
Menurut dia, Islam di Indonesia dibentuk dengan karakter pesantren yang mana memiliki sikap yang ramah dan budaya yang santun dengan keberagaman suku, ras dan agama, sehingga dibenturkan cara dengan apapun tidak akan mudah terprovokasi.
"Mari kita bergandeng tangan dalam menjaga keberagaman ini sehingga menjadikan Kabupaten Kepulauan Meranti yang adem, ayam, tentrem," pintanya.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Anggota DPRD Meranti Fraksi PKB Hafizan Abbas, Kiai Khusairi dan Auzir beserta jajaran pengurus PKB lainnya.
Selain itu hadir pula Kepala Kantor Kemenag Meranti Sulman, Ketua Masjid Agung Darul Ulum Arifin, Ketua LPTQ Agus Syafri, Pengasuh Pondok Pesantren Kiai Dalhar, Kiai Mungidan, Kiai Saifullah, Kiai Nurdin, Kiai Irham, Kiai Sahrudin, Kiai Ma'ruf Syafi'i, Kiai Imam Ghozali, Kiai Nurdin serta perwakilan santri. (Rul)






