Warga Duri 'Menjerit' Minta Pemerintah Lakukan Vaksinasi Covid-19
Vaksin Covid-19. Foto:Internet
RiauBisa.com, Duri - Kasus kematian seorang warga Duri, Bengkalis, Yelsi Devira (46) akibat kecelakaan saat akan melakukan vaksinasi Covid-19 ke Dumai menjadi catatan kelam di tengah pandemi Covid-19. Warga yang merindukan adanya vaksinasi secara merata dan mencukupi, sehingga tidak harus pergi ke luar kota mencari vaksin.
"Kami sudah berkali-kali teriak agar pemerintah lakukan vaksinasi. Tapi, tampaknya teriakan kami belum didengar. Kegiatan vaksinasi amat terbatas dan minim sekali," kata Jon, warga Duri kepada RiauBisa.com, Sabtu (4/9/2021).
Menurutnya, dengan kejadian meninggalnya Yelsi harusnya pemerintah berbenah dan melakukan vaksinasi secara massif.
"Dulu warga dihimbau lakukan vaksinasi. Tapi, sekarang justru vaksinnya tidak tersedia. Ini yang membuat orang di Duri pergi ke Dumai, Rohil, Siak dan Pekanbaru untuk mencari vaksin. Mereka ingin divaksin secepatnya," kata Jon.
Ia menyatakan sekitar tiga hari lalu dilakukan vaksinasi di Kelurahan Pematang Pudu. Namun, alokasi vaksin hanya 100 dosis. Padahal warga yang datang mencapai 500 orang. Akibatnya terjadi penumpukan warga dan kegiatan tersebut tak jadi dilaksanakan karena melanggara protokol kesehatan.
"Tolonglah pemerintah, Bupati, Gubernur dan siapapun itu agar warga bisa divaksin," kata Jon.
Duri merupakan sebuah kota yang paling banyak penduduknya di wilayah Kabupaten Bengkalis mencapai 150 ribu jiwa, termasuk Pinggir. Daerah ini meski bukan merupakan ibukota kabupaten namun menjadi pusat aktivitas paling padat.
Seperti diwartakan sebelumnya, langkanya ketersediaan vaksin Covid-19 di Duri membuat warga mencari akal pergi ke Dumai, Rohil dan Siak untuk mendapat vaksin. Tragis yang terjadi dengan Yelsi Devira. Warga RT 02, RW 06 Kelurahan Air Jamban, Duri ini mengalami kecelakaan saat akan mencari vaksin dari Duri ke Dumai. Subuh-subuh ia berangkat menggunakan sepeda motor bersama putrinya Bella. Keduanya ingin mencari lokasi vaksinasi dosis kedua di kota minyak tersebut.
Di perjalanan, tepatnya di Simpang Bukit Mayang, Bukit Jin, Dumai Yelsi bersama putrinya terjatuh dari sepeda motor. Belum diketahui pasti apa penyebab kecelakaan tersebut. Yelsi tak sadarkan diri dalam status koma hingga akhirnya meninggal dunia di RSUD Dumai.
Yelsi bersama putrinya terpaksa harus menjalani vaksinasi ke Kota Dumai lantaran ketersediaan vaksin di Duri amat minim. Padahal, Bella harus segera berangkat ke Yogyakarta melanjutkan studinya. Untuk berangkat ke Yogyakarta, wajib memiliki sertifikat vaksin. Maskapai penerbangan menetapkan aturan demikian, pun kampusnya di Yogyakarta mengharuskan setiap mahasiswa telah divaksin sebelum kegiatan belajar tatap muka.
Karena itulah Yelsi mencari lokasi vaksin yang tersedia. Pada 1 Agustus lalu, Yelsi pun mendapat informasi ada vaksinasi di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Dumai. Ia bersama anaknya berangkat ke sana dan menerima suntikan dosis pertama di sana.
Yelsi sebenarnya berharap vaksinasi dosis kedua bisa dilakukan di Duri. Namun, saat ada kegiatan vaksinasi dosis kedua di Duri, petugas tak mengizinkannya. Alasannya, vaksinasi dosis kedua harus dilakukan di tempat vaksinasi pertama. Karena itulah, Yelsi kemarin subuh berangkat ke Dumai bersama Bella, hingga kecelakaan itu terjadi. (*)






