Kisah Tragis Warga Duri, Mencari Vaksin ke Dumai Alami Kecelakaan Lalu Koma di Rumah Sakit

Yelsi dan putrinya Bella yang mengalami kecelakaan di Bukit Jin, Dumai, Rabu (1/9/2021). Foto: Istimewa

RiauBisa.com, Duri - Langkanya ketersediaan vaksin Covid-19 di Duri menjadi perbincangan hangat warga Duri, Bengkalis. Warga berburu lokasi vaksinasi namun tak kunjung menemukan. Jikapun ada, jumlahnya amat minim dan terbatas pada kelompok tertentu. Akhirnya, warga mencari akal pergi ke Dumai, Rohil dan Siak sekadar agar dirinya divaksinasi.

Tragis yang terjadi dengan Yelsi Devira. Warga RT 02, RW 06 Kelurahan Air Jamban, Duri ini mengalami kecelakaan saat akan mencari vaksin dari Duri ke Dumai. Subuh-subuh ia berangkat menggunakan sepeda motor bersama putrinya Bella. Keduanya ingin mencari lokasi vaksinasi dosis kedua di kota minyak tersebut. BACA JUGA : Warga Duri yang Cari Vaksin Covid-19 ke Dumai Akhirnya Meninggal Dunia

Di perjalanan, tepatnya di Simpang Bukit Mayang, Bukit Jin, Dumai Yelsi bersama putrinya terjatuh dari sepeda motor. Belum diketahui pasti apa penyebab kecelakaan tersebut. Yelsi tak sadarkan diri dan sejak kemarin dalam status koma di RSUD Dumai. Namun, kondisi Bella lebih beruntung dan sudah dibolehkan pulang dari rumah sakit.

"Sampai sekarang belum sadarkan diri. Kondisinya masih koma. Ada benturan di kelapa karena jatuh dari motor," kata Yusuf, orangtua Yelsi kepada RiauBisa.com, Kamis (2/9/2021).

Yusuf menuturkan, putri dan cucunya terpaksa harus menjalani vaksinasi ke Kota Dumai lantaran ketersediaan vaksin di Duri amat minim. Padahal, cucunya Bella harus segera berangkat ke Yogyakarta melanjutkan studinya. Untuk berangkat ke Yogyakarta, wajib memiliki sertifikat vaksin. Maskapai penerbangan menetapkan aturan demikian, pun kampusnya di Yogyakarta mengharuskan setiap mahasiswa telah divaksin sebelum kegiatan belajar tatap muka.

Tak ada pilihan lagi. Yelsi pun mencari lokasi vaksin yang tersedia ke Dumai. Pada 1 Agustus lalu, Yelsi pun mendapat informasi ada vaksinasi di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Dumai. Ia bersama putrinya berangkat ke sana dan menerima suntikan dosis pertama di sana.

 

Yelsi sebenarnya berharap vaksinasi dosis kedua bisa dilakukan di Duri, tempat tinggal domisilinya. Namun, saat ada kegiatan vaksinasi dosis kedua di Duri, petugas tak mengizinkannya. Alasannya, vaksinasi dosis kedua harus dilakukan di tempat vaksinasi pertama. Karena itulah, Yelsi kemarin subuh berangkat ke Dumai bersama Bella, hingga kecelakaan itu terjadi dan membuat Yelsi jatuh koma.

Jon, aktivis sosial di Duri mengakui vaksinasi di Duri amat minim. Kalaupun ada kegiatan vaksinasi, hanya terbatas pada kelompok tertentu, seperti buruh. Ia meminta agar Pemkab Bengkalis memiliki kepekaan dan solusi mengatasi masalah ini.

"Di tengah animo masyarakat yang ingin mendapat vaksin, justru kesediaan vaksin tidak ada. Birokrasi vaksinasi juga harusnya dibenahi," kata Jon. (*)