Warga Duri yang Cari Vaksin Covid-19 ke Dumai Akhirnya Meninggal Dunia

Yelsi bersama putrinya Bella yang mengalami kecelakaan saat akan mendapatkan vaksin dosis kedua di Dumai. Foto: Istimewa

RiauBisa.com, Duri - Warga Duri, Bengkalis, Yelsi Devira (45) yang berangkat ke Dumai untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 akhirnya meninggal dunia, Kamis (2/9/2021) siang tadi. Setelah dalam kondisi koma selama 24 jam lebih sejak kemarin pagi, Yelsi menghembuskan nafas terakhir di RSUD Dumai.

"Pak, anak saya sudah meninggal dunia. Tadi pukul 12 lewat sedikit. Mohon doanya, Pak," kata Yusuf, ayah Yelsi yang menghubungi RiauBisa.com, siang tadi. BACA JUGA : Kisah Tragis Warga Duri, Mencari Vaksin ke Dumai Alami Kecelakaan Lalu Koma di Rumah Sakit

Yelsi pada Rabu (1/9/2021) kemarin mengalami kecelakaan saat berangkat ke Dumai bersama putrinya Bella, subuh pagi. Mereka ingin mendapatkan suntikan vaksinasi dosis kedua di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Dumai. 

Sebelumnya, Yelsi ingin mendapatkan vaksin dosis kedua di kota domisilinya, Duri. Namun petugas menolak dan meminta Yelsi mendapatkan suntikan dosis kedua di Dumai, tempat ia mendapat suntikan dosis pertama.

Di perjalanan menuju Dumai, tepatnya Bukit Jin, sepeda motor yang ia kendarai bersama Bella jatuh. Yelsi langsung tak sadarkan diri hingga dilarikan ke RSUD Dumai.

 

Diwartakan sebelumnya, kondisi langkanya ketersediaan vaksin Covid-19 di Duri menjadi perbincangan hangat warga Duri, Bengkalis. Warga berburu lokasi vaksinasi namun tak kunjung menemukan. Jikapun ada, jumlahnya amat minim dan terbatas pada kelompok tertentu. Akhirnya, warga mencari akal pergi ke Dumai, Rohil dan Siak sekadar agar dirinya divaksinasi.

Tragis yang terjadi dengan Yelsi Devira. Warga RT 02, RW 06 Kelurahan Air Jamban, Duri ini mengalami kecelakaan saat akan mencari vaksin dari Duri ke Dumai. Subuh-subuh ia berangkat menggunakan sepeda motor bersama putrinya Bella. Keduanya ingin mencari lokasi vaksinasi dosis kedua di kota minyak tersebut.

Di perjalanan, tepatnya di Simpang Bukit Mayang, Bukit Jin, Dumai Yelsi bersama putrinya terjatuh dari sepeda motor. Belum diketahui pasti apa penyebab kecelakaan tersebut. Yelsi tak sadarkan diri dan sejak kemarin dalam status koma di RSUD Dumai. Namun, kondisi Bella lebih beruntung dan sudah dibolehkan pulang dari rumah sakit.

"Sampai sekarang belum sadarkan diri. Kondisinya masih koma. Ada benturan di kelapa karena jatuh dari motor," kata Yusuf, orangtua Yelsi kepada RiauBisa.com, Kamis (2/9/2021) pukul 11 siang tadi.

    Yusuf menuturkan, putri dan cucunya terpaksa harus menjalani vaksinasi ke Kota Dumai lantaran ketersediaan vaksin di Duri amat minim. Padahal, cucunya Bella harus segera berangkat ke Yogyakarta melanjutkan studinya. Untuk berangkat ke Yogyakarta, wajib memiliki sertifikat vaksin. Maskapai penerbangan menetapkan aturan demikian, pun kampusnya di Yogyakarta mengharuskan setiap mahasiswa telah divaksin sebelum kegiatan belajar tatap muka.

    Tak ada pilihan lagi. Yelsi pun mencari lokasi vaksin yang tersedia ke Dumai. Pada 1 Agustus lalu, Yelsi pun mendapat informasi ada vaksinasi di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Dumai. Ia bersama putrinya berangkat ke sana dan menerima suntikan dosis pertama di sana.

     

      Yelsi sebenarnya berharap vaksinasi dosis kedua bisa dilakukan di Duri, tempat tinggal domisilinya. Namun, saat ada kegiatan vaksinasi dosis kedua di Duri, petugas tak mengizinkannya. Alasannya, vaksinasi dosis kedua harus dilakukan di tempat vaksinasi pertama. Karena itulah, Yelsi kemarin subuh berangkat ke Dumai bersama Bella, hingga kecelakaan itu terjadi dan membuat Yelsi jatuh koma.

      Jon, aktivis sosial di Duri mengakui vaksinasi di Duri amat minim. Kalaupun ada kegiatan vaksinasi, hanya terbatas pada kelompok tertentu, seperti buruh. Ia meminta agar Pemkab Bengkalis memiliki kepekaan dan solusi mengatasi masalah ini.

      "Di tengah animo masyarakat yang ingin mendapat vaksin, justru kesediaan vaksin tidak ada. Birokrasi vaksinasi juga harusnya dibenahi," kata Jon. (*)