Kesurupan Roh Siluman Ular & Buaya, Anak Hilang di Kampar Riau Dalam Air?

KESURUPAN - Tim dari Kampar Dua Dunia kembali melakukan adegan kesurupan guna melakukan penelusuran mencari balita yang hilang di Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Riau, melalui siaran langsung melalui channel youtube nya 'Kampar Dua Dunia', Rabu (18/08/2021) pukul 22.00 Wib malam | Tangkapan layar

Riaubisa.com, Kampar - Tim dari Kampar Dua Dunia kembali melakukan penelusuran mencari balita yang hilang di Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Riau, melalui siaran langsung di channel youtube nya 'Kampar Dua Dunia', Rabu (18/08/2021) pukul 22.00 Wib malam.

Warga sekitar Dusun III Pantai Pulau, mendadak ramai menonton dan menyaksikan adegan siaran tersebut secara langsung meski suasana dalam guyuran hujan. BACA JUGA: Sepekan Anaknya Hilang Misterius di Kampar, Ortu Buat Laporan ke Polisi

Sebuah median manusia dari tim Kampar Dua Dunia, kembali dirasuki oleh sebuah roh halus yang mengaku adalah titisan dari siluman ular dan buaya. Usai dirasuki oleh roh halus tersebut, dialog antara tim Kampar Dunia dan yang mengaku roh halus berbincang bincang.

"Sekarang kami mau jemput anak itu, ada dimana," ucap salah seorang dari tim kampar dua dunia, dikutip riaubisa.com melalui channel youtube 'kampar dua dunia'.

Dialog demi dialog dilakukan dan median yang kesurupan melihat tim dengan mata melotot. Seketika median yang kesurupan roh halus mendadak berteriak dan ingin dilepaskan dari badan manusia.

Bahkan median yang kesurupan roh halus mengancam akan memanggil teman temannya jika tidak dilepas. Negoisasi antara tim dan median kesurupan terjadi dan meminta agar tim membuka pagar.

 

Median tersebut lalu mengangkat tangannya dan seketika menghentak hentakkan tangan ke tanah sambil berteriak. "Anak itu dalam air sama siluman buaya," ucap median manusia yang dirasuki roh makhluk halus itu.

Tak lama kemudian, median yang kesurupan lalu menunjukkan posisi anak balita yang hilang diikat disebuah pohon kelapa yang berada tak jauh dari lokasi ritual dialog. BACA JUGA: Bocah 2 Tahun di Kampar Riau Hilang Misterius, Diculik Kuntilanak?

Seketika tim dari kampar dua dunia lalu melepaskan median yang dirasuki oleh roh halus itu. Atas informasi dari ritual yang dilakukan oleh tim dari kampar dua dunia, tim beserta warga lalu mencari berdasarkan informasi yang diterima.

Tim kampar dua dunia lalu mencari cari dengan diiringi nyanyian bacaan bacaan shalawat di rimbunan dedaunan. Disini, tim menemukan sebuah sesajen berupa daun sirih dan gambir yang dialas dalam selembar daun pisang.

Karena tidak menemukan pencarian, tim lalu menyusuri pencarian di sebuah rumah kosong tua kayu yang tak berpenghuni dan memasuki setiap kamar yang ada di sebuah rumah kosong itu.

Termasuk mencari di sebuah sumur tak jauh dari rumah kosong serta menyusuri sepanjang bibir sungai Kampar. Namun, hasil pencarian tidak membuahkan hasil.

     

    Sebelumnya, orang tua balita yang hilang, Muhammad Islami (32) resmi melaporkan kejadian anaknya yang hilang di Polsek Tambang, Kabupaten Kampar. Laporan ini telah diterima oleh Polsek Tambang Selasa (17/08/2021) sekitar pukul 11.00 Wib.

    Atas laporan itu, Polsek Tambang akan melakukan penyelidikan guna mencari saksi dan alat bukti berdasarkan laporan dari orang tua balita. BACA JUGA: Cari Balita 2 Tahun Hilang Misterius, Kampar 2 Dunia Tampilkan Adegan Kesurupan

      "Apakah anak yang dilaporkan hilang karena hanyut atau diambil oleh orang, kita akan lakukan penyelidikan dan mencari semaksimal mungkin," kata Kapolsek Tambang, Iptu Mardani Tohenes Lesa, saat dikonfirmasi riaubisa.com, Rabu (18/08/2021) petang.

      Sebelumnya Polisi bersama BPBD Kampar telah melakukan pencarian terhadap balita yang hilang selama 4 hari berturut turut berdasarkan laporan masyarakat di sepanjang aliran sungai Kampar.

      Memasuki hari ke 5, pencarian dihentikan atas permintaan orang tua korban karena menduga anaknya hilang secara misterius diambil oleh makhluk gaib.

        Untuk diketahui, balita perempuan SR (2) anak dari pasangan Muhammad Islami dan Riska Fadela, dinyatakan hilang, Senin (09/08/2021) pagi, sekitar pukul 10.30 Wib.

        Dari pengakuan paman balita, Nazarudin, bocah perempuan itu mendadak hilang saat bermain diluar halaman rumahnya di Desa Terantang Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, tepatnya di Sungai Kampar Dusun III Pantai Pulau.

         

          Nazarudin menyebutkan, sebelum keponakannya hilang, saat itu si anak meminta ayahnya memasangkan sandal di kaki. Dan, posisi ibunya tengah memasak di dapur.

          Beragam spekulasi hilangnya bocah ini secara mendadak mulai bermunculan baik dari keluarga maupun dari tetangga, mulai dari dugaan terseret arus sungai, dugaan penculikan, hingga dugaan diculik oleh mahkluk alam gaib.

          Bahkan Nazarudin pada Sabtu (14/08/2021) lalu, didatangi oleh tim dari 'Kampar Dua Dunia'. Dari ritual adegan kesurupan itu katanya keponakan disebut telah diculik oleh sosok kutilanak karena sang ibu balita membunuh anaknya dari kuntilanak.

            Nazarudin juga menceritakan jika kejadian hilangnya sang anak, bertepatan dengan hari Pasar dimana masyarakat datang hilir mudik. "Keponakan saya keluar paling sekitar 5 menit lah dari rumah, lihat kedepan, anak sudah hilang," ungkap Nazarudin.

            Bahkan saat ditanya sang anak hanyut, pihaknya juga tidak mempercayai sebab, tim SAR telah diterjunkan di sepanjang aliran sungai Kampar namun pencarian tidak membuahkan hasil.

            Nazarudin mewakili keluarga sempat menolak melapor ke Polisi dengan sejumlah alasan. Salah satunya akan membuat repot lingkungan sekitar dan mengganggu aktivitas di sekitar rumah.

              Bahkan pihak keluarga melalui Nazarudin melakukan sayembara berhadiah Rp 20 Juta atas temuan hilangnya bocah tersebut melalui media sosial dalam keadaan hidup dan mati.

              Tags :Anak Hilang