Bocah 2 Tahun di Kampar Riau Hilang Misterius, Diculik Kuntilanak?

HILANG - Seorang Balita bernama Sakiya Rafifa Islami (2) anak dari pasangan Muhammad Islami dan Riska Fadela, dinyatakan hilang, Senin (09/08/2021) pagi, sekitar pukul 10.30 Wib | Dok : Ist

Riaubisa.com, Kampar - Seorang Balita bernama Sakiya Rafifa Islami (2) anak dari pasangan Muhammad Islami dan Riska Fadela, dinyatakan hilang, Senin (09/08/2021) pagi, sekitar pukul 10.30 Wib.

Bocah perempuan itu mendadak hilang saat bermain diluar halaman rumahnya di Desa Terantang Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, tepatnya di Sungai Kampar Dusun III Pantai Pulau. BACA JUGA: Sayembara Anak Hilang di Kampar Janjikan Rp 20 Juta Bagi yang Menemukan

Paman Sakiya, Nazarudin, kepada riaubisa.com, saat dikonfirmasi, Minggu (15/08/2021) mengatakan, sebelum keponakannya menghilang, Sakiya pada saat itu meminta ayahnya memasangkan sandal di kaki anaknya. Dan, posisi ibunya tengah memasak di dapur.

Beragam spekulasi hilangnya bocah ini secara mendadak mulai bermunculan baik dari keluarga maupun dari tetangga, mulai dari dugaan terseret arus sungai, dugaan penculikan, hingga dugaan diculik oleh mahkluk alam gaib. BACA JUGA: Cari Balita 2 Tahun Hilang Misterius, Kampar 2 Dunia Tampilkan Adegan Kesurupan

    "Orang pintar sudah datang kerumah, katanya dia (Sakiya,red) diambil oleh kuntilanak. Tadi malam ada orang dari Bangkinang 2 Dunia Kampar datang juga ke rumah, dan sebut keponakan saya diculik kutilanak dan ingin mengambil anak itu selamanya karena ibunya si anak itu membunuh anaknya si kuntilanak itu," kata Nazarudin, saat bercerita kepada riaubisa.com

    Sejumlah orang pintar yang memiliki indra keenam, sebut dia, melihat bahwa anak ini hilang diambil oleh mahkluk gaib.

    Jika melihat hilangnya bocah perempuan mungil hilang pada pagi hari, secara logikanya kata Nazarudin memang tidak bisa diterima dengan akal sehat. Dia menduga keponakannya bisa jadi diculik oleh orang tidak dikenal.

       

      "Pada saat (hilangnya,red) itu hari pasar dekat rumah. Jadi orang bebas lewat hilir mudik disekitar itu. Keponakan saya keluar paling sekitar 5 menit lah dari rumah, lihat kedepan, anak sudah hilang," ungkapnya.

      Rumah bocah yang hilang berjarak 100 meter dan membelakangi aliran sungai Kampar. Dugaan anak hilang terseret aliran sungai juga tidak memungkinkan. Sebab, tim SAR dan BPBD dilibatkan dalam pencarian itu hingga menyusuri aliran sungai Kampar. BACA JUGASepekan Anaknya Hilang Misterius di Kampar, Ortu Buat Laporan ke Polisi

        "Kalau terseret sungai, tidak mungkin. Bahkan tim SAR sudah mencari dan menyusuri aliran sungai Kampar hingga ke Teratak Buluh tapi tak ketemu juga," ucap Nazarudin.

        Hilangnya bocah mungil ini, membuat pihak keluarga putus asa. Namun sejak dinyatakan hilang selama sepekan, pihak keluarga belum melaporkannya kepada pihak yang berwajib.

        "Masyarakat sering datang kerumah, kalau dilapor polisi nanti polisi kasih garis kuning (police line,red). Kita orang kampung sosial tinggi dan membuat aktivitas sekitar warga terganggu," urainya.

          Pencarian bocah ini melibatkan tetangga, kepala desa, ninik mamak hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kampar, sejak dinyatakan hilang pada Senin lalu.

          Namun, sejak dinyatakan hilang senin lalu, pencarian bocah tersebut sampai sekarang belum membuahkan hasil hingga beberapa pihak keluarga mengumumkan sayembara temuan hilangnya bocah mungil tersebut melalui media sosial dengan imbalan Rp 20 Juta.

          Tags :Anak Hilang