Sepekan Anaknya Hilang Misterius di Kampar, Ortu Buat Laporan ke Polisi
Bocah Hilang di Dusun III Pantai Pulau, Desa Terantang Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau | Dok Ist
Riaubisa.com, Kampar - Setelah anaknya dinyatakan hilang selama sepekan, orang tua bocah, Muhammad Islami (32) resmi melaporkan kejadian anaknya yang hilang di Polsek Tambang, Kabupaten Kampar.
Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Tambang, Iptu Mardani Tohenes Lesa, saat dikonfirmasi riaubisa.com, Rabu (18/08/2021) petang. Disebutkannya, laporan ini telah diterima oleh pihaknya Selasa (17/08/2021) sekitar pukul 11.00 Wib.
"Setelah laporan ini, kita melengkapi administrasi dan melakukan penyelidikan terhadap laporan yang diterima," kata Mardani.
Terhadap laporan yang masuk, pihaknya terus menggali laporan anak yang hilang tersebut. Pihaknya belum bisa memastikan.
Apakah anak yang dilaporkan hilang karena hanyut atau diambil oleh orang, inilah yang masih dihimpun termasuk mencari saksi dan alat bukti. "Artinya kita akan mencari semaksimal mungkin," ungkap Mardani.
Sebelumnya kata dia, pihaknya bersama BPBD Kampar telah melakukan pencarian terhadap balita yang hilang selama 4 hari berturut turut berdasarkan laporan masyarakat di sepanjang aliran sungai Kampar.
Memasuki hari ke 5, pencarian dihentikan atas permintaan orang tua korban karena menduga anaknya hilang secara misterius diambil oleh makhluk gaib.
Sebelumnya diberitakan, balita perempuan SR (2) anak dari pasangan Muhammad Islami dan Riska Fadela, dinyatakan hilang, Senin (09/08/2021) pagi, sekitar pukul 10.30 Wib.
Dari pengakuan paman balita, Nazarudin, bocah perempuan itu mendadak hilang saat bermain diluar halaman rumahnya di Desa Terantang Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, tepatnya di Sungai Kampar Dusun III Pantai Pulau.
Nazarudin menyebutkan, sebelum keponakannya hilang, saat itu si anak meminta ayahnya memasangkan sandal di kaki. Dan, posisi ibunya tengah memasak di dapur.
Beragam spekulasi hilangnya bocah ini secara mendadak mulai bermunculan baik dari keluarga maupun dari tetangga, mulai dari dugaan terseret arus sungai, dugaan penculikan, hingga dugaan diculik oleh mahkluk alam gaib.
Bahkan Nazarudin pada Sabtu (14/08/2021) malam, didatangi oleh tim dari 'Kampar Dua Dunia'. Dari ritual adegan kesurupan itu katanya keponakan disebut telah diculik oleh sosok kutilanak karena sang ibu balita membunuh anaknya dari kuntilanak.
Nazarudin juga menceritakan jika kejadian hilangnya sang anak, bertepatan dengan hari Pasar dimana masyarakat datang hilir mudik. "Keponakan saya keluar paling sekitar 5 menit lah dari rumah, lihat kedepan, anak sudah hilang," ungkap Nazarudin.
Bahkan saat ditanya sang anak hanyut, pihaknya juga tidak mempercayai sebab, tim SAR telah diterjunkan di sepanjang aliran sungai Kampar namun pencarian tidak membuahkan hasil.
Nazarudin mewakili keluarga sempat menolak melapor ke Polisi dengan sejumlah alasan. Salah satunya akan membuat repot lingkungan sekitar dan mengganggu aktivitas di sekitar rumah.
Bahkan pihak keluarga melalui Nazarudin melakukan sayembara berhadiah Rp 20 Juta atas temuan hilangnya bocah tersebut melalui media sosial dalam keadaan hidup dan mati.






