Demi Kejar Api Sejak Pagi, Tim Manggala Agni Menginap Dekat Lokasi Karhutla Pematang Pudu

RiauBISA.com, Bengkalis - Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, akan dilanjutkan dengan strategi baru untuk mempercepat pengendalian api.

Setelah hasil pemetaan menggunakan drone menunjukkan estimasi luas area terbakar mencapai sekitar 80 hektare, tim gabungan kini memfokuskan perbaikan mobilisasi personel agar pemadaman dapat dimulai lebih awal.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan evaluasi operasi hari pertama menunjukkan waktu tempuh menuju lokasi menjadi salah satu kendala utama yang mengurangi efektivitas pemadaman.

"Besok operasi pemadaman akan kami lanjutkan dengan strategi perbaikan, terutama pada mobilisasi personel. Prinsip kerja kami adalah bergerak sepagi mungkin sehingga kami bisa memanfaatkan kondisi cuaca sebelum angin bertiup lebih kencang," kata Ferdian Krisnanto, Jumat (17/7/2026).

Menurut Ferdian, pada operasi hari ini personel membutuhkan waktu cukup lama untuk mencapai titik kebakaran. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman baru berjalan maksimal ketika kecepatan angin mulai meningkat.

"Kendala pagi tadi salah satunya mobilisasi yang memakan waktu cukup lama. Padahal semakin siang angin semakin kencang dan arahnya bisa berubah-ubah. Situasi itu membuat api lebih cepat menyebar sehingga penanganannya menjadi lebih sulit," ujarnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, seluruh personel Manggala Agni yang bertugas di Pematang Pudu malam ini dipindahkan ke rumah-rumah warga yang lokasinya lebih dekat dengan area kebakaran.

"Malam ini posisi menginap kami geser ke rumah-rumah warga yang paling dekat dengan lokasi. Dengan begitu, besok pagi pergerakan personel bisa jauh lebih cepat sehingga penanganan dapat dimulai sejak dini hari setelah persiapan selesai," jelas Ferdian.

Hingga Jumat siang, hasil pemetaan udara menggunakan drone menunjukkan estimasi luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 80 hektare. Angka tersebut merupakan hasil pembaruan setelah dilakukan pemetaan menyeluruh dari udara.

Dalam operasi pemadaman, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera mengerahkan tiga regu Manggala Agni yang berasal dari Daops Dumai, Daops Siak, dan Daops Pekanbaru. Mereka bekerja bersama personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta masyarakat di sekitar lokasi.

Selain kekuatan darat, upaya pemadaman juga diperkuat dengan tiga unit helikopter water bombing yang terus melakukan pengeboman air pada titik-titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Ferdian mengatakan sinergi seluruh unsur di lapangan menjadi kunci agar kebakaran tidak terus meluas, mengingat kondisi vegetasi yang kering serta perubahan arah angin masih menjadi tantangan utama.

"Kami akan terus melakukan evaluasi setiap hari agar strategi pemadaman semakin efektif. Harapannya, dengan personel sudah berada lebih dekat ke lokasi, besok operasi bisa dimulai lebih cepat sehingga peluang mengendalikan api sebelum angin menguat akan lebih besar," tutup Ferdian.(*)