Soroti Berbagai Masalah, Ini Tanggapan Gubernur Riau

Rapat paripurna DPRD Riau, Senin (06/07/2026)

RiauBISA.com, Pekanbaru - Dua anggota DPRD Riau dari Fraksi Gerindra menyoroti berbagai pemasalahan yang kini terjadi di Provinsi Riau. Diantaranya masalah stunting, pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, LGBT, kerusakan infrastruktur jalan dan terkait bus listrik di kota Pekanbaru. 

Hal ini terungkap dalam rapat paripurna DPRD Riau dengan agenda, tanggapan fraksi terhadap penyampaian Ranperda tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan ABPD tahun anggaran 2025, Senin (06/07/2026).

Diawali dari anggota Komisi II DPRD Riau, Androy Andrerianda yang menyoroti masalah stunting, pendidikan, kesehatan serta sejumlah perusahaan di Riau yang tidak menggunakan tenaga kerja lokal dan ketidakpedulian perusahaan terhadap warga di sekitarnya.

Selain itu Sekretaris Komisi II DPRD Riau meminta Plt Gubernur Riau lebih fokus menunjang tenaga kerja lokal, kesehatan dan dunia pendidikan. Ia pun menilai APBD hanya berdiri sendiri tanpa melibatkan andil dari setiap perusahaan yang ada di Provinsi Riau, ujarnya

Sorotan lain juga datang dari Ketua fraksi Gerindra DPRD Riau, Ginda Burnama. Ia mengatakan agar Gubernur Riau segera membuat surat edaran ataupun turunannya terkait LGBT. Hal ini dinilai penting karena menyanngkut perlindungan anak kedepan.

Anggota DPRD Riau dapil Pekanbaru ini juga menyoroti tingkat kepadatan lalulintas yang dinilai sudah sangat banyak sekali. Terkait hal itu ia meminta Gubernur Riau agar pembangunan jalan yang menjadi kewenangan Provinsi dibangun secara berkelanjutan terutama yang berada di kawasan pusat perbelanjaan.

"Pak Gubernur, tidak bisa satu kilo 500 meter, tidak bisa 500 meter, paling tidak ada beberapa ruas jalan yang bisa terbangun. Karena ini menyangkut wajahnya Provinsi Riau yang ada di Kota Pekanbaru," ujarnya.

Selain itu Ginda Burnama juga mengingatkan Gubernur Riau bahwa hari ini Kota Pekanbaru sudah punya bus listrik. Ia pun berharap Pemprov Riau bisa membantu ruang-ruang kebijakan yang ada di tiga kabupaten ataupun empat kabupaten yang menjadi penyangga dari Kota Pekanbaru dengan aturan dari Gubernur.

Menyikapi hal itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto usai paripurna mengatakan pihaknya menerima sorotan dari anggota DPRD Riau tersebut. Ia mengaku kalau duit Pemprov ada nanti, insya Allah dirinya akan membenahi infrastruktur jalan tersebut.

Sementara terkait LGBT, nantinya pihaknya siap menindaklanjuti  disampaikan sesuai Pergub. Begitu juga saat disinggung mengenai dugaan mark up pembelian baju oleh sejumlah Kepala sekolah kemarin, pihaknya siap menindaklanjuti dengan menurunkan OPD terkait. (fin)