F1 Fighter One Bidik Dua Emas di PBTI Series V Lampung

RiauBISA.com, Pekanbaru – F1 Fighter One Taekwondo Academy kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan atlet berprestasi. Akademi taekwondo asal Pekanbaru tersebut mengirimkan dua atlet terbaiknya untuk berlaga pada International Ksatria Nusantara PBTI Series V yang akan berlangsung di Gedung Serbaguna Universitas Lampung (GSG Unila), Bandar Lampung, pada 10-12 Juli 2026.

Kejuaraan ini menjadi seri penutup kalender kompetisi nasional Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI). Lebih dari sekadar ajang perebutan medali, PBTI Series V juga menjadi momentum penting dalam proses pencarian bakat dan pemantauan atlet yang diproyeksikan memperkuat Indonesia pada level internasional melalui program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

Pelatih F1 Fighter One Taekwondo Academy yang juga Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Riau, Devri, mengatakan pihaknya menurunkan dua atlet pada kategori berbeda dengan target utama meraih medali emas.

Dua atlet yang diberangkatkan adalah Muhammad Iqbal Putra Jonasti yang akan tampil di kelas Under 54 kilogram Senior Putra serta Devlin Pramesta Hutami yang akan bersaing di kelas Under 41 kilogram Cadet Putri.

Menurut Devri, target untuk Muhammad Iqbal Putra Jonasti bukan hanya menjadi juara, tetapi juga membuka peluang tampil pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026 yang akan digelar di Jakarta pada Agustus mendatang.

"Target Iqbal tentu meraih medali emas sehingga bisa lolos ke Indonesia Open di Jakarta pada bulan Agustus nanti," ujar Devri, Senin (6/7/2026).

Sementara itu, Devlin Pramesta Hutami juga dipatok target serupa. Raihan medali emas akan menjadi modal penting bagi atlet muda tersebut untuk masuk dalam program talent scouting Pengurus Besar Taekwondo Indonesia sebagai calon atlet junior nasional tahun 2027.

"Untuk Devlin, targetnya juga medali emas agar bisa masuk sebagai atlet hasil talent scouting PBTI dan dipersiapkan menjadi calon atlet junior pada 2027," jelasnya.

Devri menilai PBTI Series V memiliki arti strategis bagi para atlet karena menjadi salah satu parameter dalam menentukan atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan internasional.

Selain menjadi ajang seleksi menuju Pelatnas, kejuaraan ini juga membuka kesempatan bagi atlet-atlet terbaik untuk tampil pada 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship 2026, salah satu turnamen taekwondo bergengsi di kawasan Asia yang akan mempertemukan atlet dari berbagai negara.

Karena itu, pihaknya telah melakukan persiapan maksimal agar kedua atlet mampu tampil dalam kondisi terbaik saat bertanding di Bandar Lampung.

"Kami berharap kedua atlet dapat tampil maksimal, memberikan hasil terbaik, sekaligus membawa nama baik Riau di ajang nasional dan membuka peluang menembus level yang lebih tinggi," tutup Devri.(*)