Waspada, Hujan Lebat Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Enam Wilayah Riau

RiauBISA.com, Pekanbaru - Masyarakat di sejumlah daerah di Riau diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada Minggu (5/7/2026).

Kondisi tersebut diprakirakan terjadi sejak siang hingga malam hari di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Putri Santy S., mengatakan hujan telah terpantau di sejumlah wilayah sejak pagi berdasarkan citra radar cuaca.

"Berdasarkan pantauan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai pada siang, sore hingga malam hari," ujarnya.

Selain di tiga daerah tersebut, pada siang hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai.

Memasuki sore hingga malam, hujan diperkirakan meluas ke sebagian besar wilayah Provinsi Riau. Sementara pada dini hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Kepulauan Meranti, sedangkan wilayah lainnya diprakirakan mengalami kondisi udara kabur hingga berawan.

BMKG mencatat suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celcius dengan kelembapan udara 55 hingga 99 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

"Di wilayah perairan, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah, sehingga aktivitas pelayaran relatif aman. Meski demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diminta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berlayar," jelasnya.

Sementara itu, hasil pemantauan titik panas (hotspot) hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat 200 hotspot di Pulau Sumatera. Sebaran terbanyak berada di Kepulauan Bangka Belitung dan Sumatera Selatan yang masing-masing mencatat 64 titik, disusul Lampung dan Sumatera Utara masing-masing 14 titik, Bengkulu 10 titik, Aceh, Jambi, dan Sumatera Barat masing-masing sembilan titik, Kepulauan Riau dua titik, serta Provinsi Riau lima titik.

Di Riau, lima hotspot tersebut tersebar di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak tiga titik, Kabupaten Bengkalis satu titik, dan Kabupaten Siak satu titik.

"Di Provinsi Riau terpantau lima titik panas yang tersebar di Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Siak. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan di lingkungan sekitarnya," kata Putri Santy S.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi cuaca, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan, mengingat potensi hujan disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.(*)