Gegara Bakar Tas Anak, Ayah di Inhil Riau Terbakar Bersama Rumahnya

Ra (53) sebelum dievakuasi ke Puskesmas Sungai Salak (foto: tribunnews)

Riaubisa.com, Inhil - Tak setujui pernikahan anaknya, ayah di Inhil bakar tas putrinya yang hendak pergi. Tragis sang ayah malah ikut terbakar, derita luka 90 persen.

Nasib tragis itu dialami Ra. Pria berusia 53 tahun.

Warga Kelurahan Sungai Salak ini tampak tidak berdaya setelah mengalami luka bakar sekitar 90 persen di sekujur tubuhnya.

Ra terjebak di dalam bangunan rumahnya saat api melahap rumah yang berada di Jalan Pangkalan Tujuh, Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Inhil, Riau, Sabtu (24/7/2021) sekira pukul 11.10 WIB.

Akibat luka bakar ini Ra langsung di bawa menggunakan ambulance ke Puskesmas Sungai Salak untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Paur Humas Ipda Esra menjelaskan, dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa.

Namun kondisi 1 unit rumah milik korban (Ra) mengalami rusak berat.

“Belum dapat diperkirakan kerugian materilnya," ungkap Ipda Esra, Minggu (25/7/21) dilansir tribunnews

Ra terjebak di dalam bangunan rumahnya saat api melahap rumah yang berada di Jalan Pangkalan Tujuh, Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Inhil, Riau, Sabtu (24/7/2021) sekira pukul 11.10 WIB.

Akibat luka bakar ini Ra langsung di bawa menggunakan ambulance ke Puskesmas Sungai Salak untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Paur Humas Ipda Esra menjelaskan, dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa.

Namun kondisi 1 unit rumah milik korban (Ra) mengalami rusak berat.

“Belum dapat diperkirakan kerugian materilnya," ungkap Ipda Esra, Minggu (25/7/21).

Awalnya, sekira pukul 10.00 WIB saksi yang merupakan istri Ra (korban) sedang duduk di dapur rumah bersama sang suami dan terlibat pembicaraan.

 

Tiba-tiba perbincangan yang semula santai itu memanas.

Hingga menimbulkan pertengkaran antara suami dan istri ini.

Awalnya, sekira pukul 10.00 WIB saksi yang merupakan istri Ra (korban) sedang duduk di dapur rumah bersama sang suami dan terlibat pembicaraan.

Tiba-tiba perbincangan yang semula santai itu memanas.

Hingga menimbulkan pertengkaran antara suami dan istri ini.

Kemudian Ra datang ke kamar putrinya dan melihat buah hatinya tersebut sedang menyusun pakaian untuk pergi.

Melihat hal tersebut, Ra seketika emosi dan langsung menuju ke dapur untuk mengambil bensin dan menyiramkan ke tas pakaian putrinya yang berada di kamar tersebut.

Kejadian ini membuat istri korban langsung keluar dari rumah bersama putrinya dan melihat rumah tersebut sudah terbakar.

“Adapun api berasal dari kamar istri korban dan langsung menyebar keseluruh bagian rumah. Melihat api yg semakin besar saksi berteriak minta tolong,” pungkas Ipda Esra.