Hamburkan Uang Rakyat Rp 1,6 Miliar, Proyek Makam Pahlawan di Kuansing Mangkrak Tengah Jalan

Proyek pembangunan taman makam pahlawan di Kuansing pada tahun 2025 tengah disorot. Bagaimana tidak, proyek yang menelan anggaran Rp 1,6 miliar di zaman Kepala Dinas PUPR Kuansing, Zulkarnain, mendadak berhenti ditengah jalan | Foto : Roder

RiauBISA.com, Teluk Kuantan - Proyek pembangunan taman makam pahlawan di Kuansing pada tahun 2025 tengah disorot. Bagaimana tidak, proyek yang menelan anggaran Rp 1,6 miliar di zaman Kepala Dinas PUPR Kuansing, Zulkarnain, mendadak berhenti ditengah jalan.

Menariknya, proyek pembangunan yang mangkrak ini, persis berdekatan dengan pembangunan hotel Kuansing yang diketahui juga disorot dan bermasalah karena persoalan hukum.

Awalnya, pembangunan taman makan pahlawan ini direncanakan untuk difungsikan sebagai makam pahlawan yang berasal dari Kuansing. Tapi faktanya hingga tahun 2025 saat ini, rencana itu urung dilakukan dan terseok-seok.

Meski pada tahun 2024 Dinas PUPR telah melakukan pematangan lahan dan pembangunan pagar sekeliling makam serta jalan dalam makam. Namun fakta dan pantauan, lokasi sudah terlihat tidak terurus dan dipenuhi rumput ilalang menjulang tinggi.

Ketua LSM Permata Kuansing Junaidi Afandi, mengatakan, jika melihat dari perencanaan pembangunan taman makam pahlawan Kuansing, pihaknya menyebutkan kondisi ini dilakukan dengan tidak matang dan terlalu dini. Akibatnya, uang rakyat dihamburkan untuk pembangunan mangkrak tersebut.

"Kita melihat proyek yang ditinggalkan masa Kadis PUPR Kuansing Zulkarnain, hanya sekedar menghamburkan anggaran tapi tidak memikirkan azas manfaat," Kata Junaidi, kepada RiauBISA.com, Senin (17/11/2025).

Terhadap kondisi ini, pihaknya mengingatkan agar kasus ini jangan menjadi multitafsir terutama dari sisi anggaran seperti yang terjadi pada pembangunan hotel Kuansing yang tersangkut persoalan hukum.

Sebab kata dia lagi, anggaran yang digelontarkan untuk pembangunan ini cukup fantastis dan mendapat sorotan negatif.

"Kita menduga anggaran pembangunan taman makam pahlawan itu, di mark up. Tentu dengan adanya indikasi tersebut aparat penegak hukum bisa menyelidiki kasus ini," pintanya.

Untuk diketahui, seluruh Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang ada di Riau, tengah menghadapi tekanan fiskal berkepanjangan. Harusnya, Pemkab Kuansing, lebih menyederhanakan kepentingan untuk masyarakat daripada urusan proyek pengadaan barang dan jasa.

    "Kita sama-sama tahu daerah sekarang sedang mengencangkan ikat pinggang karena terjadi efisiensi anggaran, tapi ditengah itu Pemkab Kuansing seakan tidak melihat tekanan saat ini," tuturnya.

    Menanggapi itu, Plt Kabid CK PUPR Kuansing, Eka Repanop Indra, mengaku pembangunan itu belum dilanjutkan karena terjadi efisiensi anggaran pada tahun 2025.

    "Sebelumnya di APBD 2025 sudah kita usulkan untuk pembangunan beberapa item untuk melanjutkan pembangunan tersebut, karena efisiensi anggaran jadi tidak lanjutkan, berkemungkinan tahun 2026 bakal dilanjutkan," tutupnya. (*)