Miliaran Rupiah Disita, KPK Sebut Bupati Meranti HM Adil Terima Suap Sejak 2021
Bupati Meranti HM Adil digiring petugas masuk ke Gedung Merah Putih untuk jalani pemeriksaan kasus dugaan korupsi
Riaubisa.com, Jakarta - Terungkap, Bupati Meranti HM Adil menerima dugaan suap pengadaan jasa umrah potongan uang persediaan (UP) dan ganti uang persediaan (GUP) sejak 2021.
"Jadi sudah berlangsung penerimaan potongan ini dan lainnya sejak tahun 2021 sampai 2023 sekarang. Jumlahnya cukup besar," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam keterangannya, Jumat (7/4/2023).
BACA JUGA: Buat Dapatkan WTP, Bupati Meranti HM Adil Ternyata Suap Auditor BPK
BACA JUGA: Rencana Uang Suap Digunakan Bupati Meranti HM Adil Buat Nyalon Gubernur Riau
Kata dia, dari hasil penyelidikan sementara, dugaan korupsi yang dilakukan orang nomor satu di Kepulauan Meranti ini, didominasi suap dan fee proyek dari kepala SKPD (satuan kerja perangkat daerah). "Barang bukti yang disita kurang lebih mencapai miliaran rupiah," ujarnya.
KPK masih mendalami perkara yang ada. Dia berjanji akan mengusut perkara tersebut secara transparan kepada publik.
"Tolong beri waktu kami untuk bekerja. KPK akan menjelaskan kepada publik sebagai pertanggungjawaban kerja-kerja KPK ke publik," pintanya.
KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap HM Adil pada Kamis (6/4/2023). Selain Adil, KPK juga menangkap sejumlah orang yang terdiri dari unsur pejabat Pemkab Kepulauan Meranti dan swasta.
Muhammad Adil cs, dikabarkan dibawa ke Jakarta, telah tiba di gedung merah putih sejak pagi.
Ali mengatakan selain Bupati, puluhan pejabat strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Meranti juga ikut dibawa. Mereka berangkat dari Meranti pada pukul 10.00 WIB pagi.
Nama Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil sempat mencuat saat ia mengeluarkan pernyataan dan menyebut pegawai Kemenkeu sebagai iblis atau setan dalam rapat koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah se-Indonesia di Pekanbaru 8 Desember 2022 lalu.
Adil menilai Kemenkeu telah mengeruk keuntungan dari eksploitasi minyak di daerah yang dia pimpin. "Ini orang keuangan isinya iblis atau setan. Jangan diambil lagi minyak di Meranti itu. Gak apa-apa, kami juga masih bisa makan. Daripada uang kami dihisap oleh pusat," ujar Adil dalam tayangan video berdurasi 1 menit 55 detik yang beredar di media sosial. (*)






