Pemkab Kuansing Beli Mobil Rp 3 Miliar Lebih, Aktivis: Ekonomi Sulit, Mobil Elite

Kondisi infrastruktur yang rusak parah di Kecamatan Logas Tanah Darat Kabupaten Kuantan Singingi

Riaubisa.com, Teluk Kuantan - Penggiat sosial yang juga aktivis di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Roberto Sitorus, menyentil gaya hidup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing, yang terkesan kurang berempati terhadap rakyatnya.

Pernyataan itu dia sampaikan usai kalangan jurnalis media menyorot alokasi anggaran pembelian mobil dinas yang dikucurkan melaui APBD Kuansing sebesar Rp 3 miliar, ditengah sorotan buruknya infrastruktur di negeri kota jalur saat ini.

"Ekonomi sulit, mobil elite. Pemkab Kuansing ini tidak memiliki sense of crisis (rasa krisis) di tengah pemerintah tengah sibuk melakukan pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi," ujar Roberto, kepada riaubisa.com, Kamis (6/4/2023). BACA JUGA : Infrastruktur Banyak yang Rusak, Pemkab Kuansing Hamburkan Duit Rp 3 Miliar Beli Mobil

Secara analogi, dia mendeskripsikan pengadaan mobil dinas tersebut, jelas tidak mencerminkan asas-asas umum pengelolaan keuangan daerah.

Harusnya, keuangan daerah dikelola secara efektif dan efesien dengan mengukur pencapaian program serta target yang telah ditetapkan sehingga menghasilkan output yang baik.

Sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang nomor 2 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 2 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah menjadi undang-undang perpu nomor 2 tahun 2022 tentang cipta kerja.

"Harusnya Pemkab kuansing mengeluarkan moratorium pengadaan kendaraan dinas baru dan fokus pada peningkatan pelayanan dasar bagi masyarakat," tegasnya.

 

Terhadap kondisi ini, Roberto menilai jika pemimpin di Kabupaten Kuansing yakni Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kuansing tidak menunjukkan dirinya sebagai pemimpin yang bijak terhadap rakyatnya.

"Nurani hilang oleh nafsu kemewahan dibandingkan dengan keprihatinan terhadap nasib rakyatnya sendiri," urainya. BACA JUGA : Fantastis, Pemkab Kuansing Anggarkan Rp 3 Miliar Lebih Untuk Kendaraan Dinas

Pemuda asli Singingi Hilir tersebut menjelaskan lagi, di tengah badai dan kondisi keuangan yang saat ini tengah sulit, harusnya sikap sederhana ditunjukkan oleh para pejabat.

"Kondisi ini malah sebaliknya, masyarakat hingga saat ini masih banyak yang belum mendapatkan pelayanan dasar dengan maksimal, tetapi pejabat daerah memiliki fasilitas yang mewah. Ini ada apa," cetusnya.

Saat ini, masyarakat di Kabupaten Kuansing masih hidup di tengah himpitan ekonomi. Kondisi yang ada bisa terlihat dari infrastruktur tidak berkemajuan khususnya di wilayah Singingi Hilir.

"Lihat saja masih banyak jalan tak layak rusak parah, tetapi pejabatnya mau fasilitas mewah. Kenyamanan rakyat itu di atas segala galanya yang harus dipikirkan oleh seorang pemimpin. Jangan memprioritaskan APBD untuk pembelian mobil dinas," tuturnya. (*)