Masalah Ekonomi Memaksa Oji Jadi Manusia Silver di Pekanbaru

Manusia Silver Tidur di bawah Jembatan Flyover depan Living World | Foto : Jakop/Riaubisa

Riaubisa.com, Pekanbaru - Pemuda 25 tahun ini dipanggil oji. Sebelum turun ke jalan, dia memoles dan melumuri bagian tubuhnya dengan cat berwarna perak dan menjadi manusia silver.

Kadang dia merasakan kulit di tubuhnya melepuh dan panas, saat memoles dengan cat berwarna perak. Oji yakin dengan segala potensi yang ada pada dirinya saat ini.

Pemuda ini merupakan warga Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Kondisi ekonomi memaksa dia nekat datang ke Pekanbaru dan menjadi manusia silver.

Ia menyapa satu persatu pengendara sembari salam hormat. Bertelanjang dada, dan hanya mengenakan celana pendek. Oji bergerak di persimpangan lalu lintas depan Living World Pekanbaru.

"Awak kayak gini untuk bertahan hidup aja, karena sekarang cari kerja sulit," ucap oji, berbincang-bincang dengan awak media riaubisa.com, Selasa (29/3/2022) siang.

Modal nekat dan optimis serta tidak ada sanak keluarga saat dia memilih datang ke Kota Pekanbaru.

"Sebenarnya saya juga malu (jadi manusia silver,red) tapi terpaksa, kalo ada yang kasih kerja, saya maulah," katanya.

Saat malam tiba, ojik bersama manusia silver lainnya, tidur di emperan dengan kehidupan yang sama.

"Saya sudah pernah di tangkap sama Satpol PP, buat surat perjanjian, tapi saya terjun lagi. Kalau tak kerja tak makan," ungkapnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Idrus, saat dikonfirmasi riaubisa.com, mengatakan, anggapan orang melihat manusia silver merupakan bagian dari seni, dia tetap tidak memberikan ruang atau pun karya bagi manusia silver.

"Posisinya turun ke jalan dan mengharap belas kasihan pengendara yang lewat. Kita imbau agar masyarakat tidak berikan uang kepada gelandangan dan pengemis," tegasnya. (Jak)