Terungkap, Wartawan Gadungan yang Peras Pejabat Diskes Riau Pernah Beraksi di Medan

Seorang wartawan gadungan mengaku dari MNC Tv bernama Alvaro, diamankan petugas keamanan Diskes Riau, Kamis (24/3/2022) | Foto : Tika/Riaubisa

Riaubisa.com, Pekanbaru - Kasus penipuan berkedok kru MNC Tv dengan terduga pelaku seorang wartawan gadungan bernama Alvaro ternyata sudah sering terjadi di Kota Medan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Biro (Kabiro) Riau MNC Tv, Aris Andika. Menurut dia, rekam jejak aksi penipuan yang dilakukan oleh terduga pelaku Alvaro, sering terpantau di Kota Medan sebelum akhirnya turun ke Kota Pekanbaru.

"Jadi dari informasi Biro MNC Tv kita di Kota Medan, pelaku ini sudah seringkali melakukan (pemerasan,red) di Medan dan terpantau oleh awak biro kita yang di Medan," ujar Aris, kepada riaubisa.com, dikonfirmasi, Minggu (27/3/2022)

Pelapor terpaksa melaporkan terduga pelaku, saat kasus pemerasan dan penipuan yang dilancarkannya sudah meresahkan di Kota Pekanbaru.

"Karena dia (terduga pelaku,red) sudah sampai di Pekanbaru, maka langsung kita bergerak," ungkap Aris.

Aris menyampaikan bahwa LP dan BAP nya telah masuk ke pihak kepolisian, dilakukan di hari yang sama saat Alvaro terciduk yakni Kamis (24/3/2022) malam. "Sudah buat LP dan BAP nya," terangnya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu komando dan arahan yang ada di MNC Tv pusat.

"Dari pimpinan kasus ini akan diteruskan ke tim legal MNC. Nanti pihak legal MNC Tv yang menindaklanjuti, apa diteruskan atau tidaknya," ucap Aris.

 

Sementara itu, Humas Dinas Kesehatan (Diskes) Riau, Rozita, menyebutkan, pihaknya merupakan saksi dalam kasus dugaan pemerasan dan penipuan yang dilakukan oleh Alvaro.

Menurut Rozita, bukan hanya Dinkes saja yang jadi sasaran oleh terduga pelaku, ada beberapa instansi pemerintah yang sering dia temui.

"Selama disini (Pekanbaru,red) dua hari dia udah bobol 3 dinas, cuma kami yang tidak kena," ungkap Rozita.

Rozita memaparkan lebih detail penipuan yang dilakukan Alvaro. Kata Rozita, bahwa pelaku sempat diberikan uang di dua dinas sebelumnya, yakni ke Dinas  Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip)

"Kalau di PTSP ketemu dengan sekretarisnya dan diberi sejumlah uang, tapi tidak dipertemukan dia sama kepala dinas. Begitu juga di Dispersip beri sejumlah uang juga sama staf, sempat ketemu dengan bu Mimi," terang Rozita.

Berangkat dari banyaknya kejanggalan dan keanehan yang terjadi, Rozita curiga terlebih saat pelaku mengungkapkan banyak hal yang dikira Rozita sangat aneh dengan tawaran kerja sama.

"Pelaku menjanjikan membuat ucapan menyambut puasa, bahasanya itu kayak aneh dan nggak mungkin ada greeting (ucapan,red) gratis," jelas dia.

Lebih lanjut Rozita menyampaikan, diawal pertemuan juga dengan pelaku, dia menawarkan kerjasama hanya karena azas ketertarikan dan tidak adanya pemungutan dana apapun, namun kemudian berubah menjadi lain lagi.

"Awalnya dia bilang 'saya gak ada minta-minta uang', ujung-ujungnya malah minta handphone," terang Rozita.

 

Karena timbul kecurigaan ini, akhirnya Rozita berkoordinasi bersama seluruh instansi terkait, mulai dari Diskominfo Riau hingga mencari tahu ke Biro MNC Tv di Riau terkait keabsahan Alvaro yang mengaku eeditor produksi MNC Tv.

Setelah berkoordinasi dengan stakeholder lainnya, Rozita mendapat informasi langsung dari Biro MNC Tv di Riau bahwa nama Alvaro ternyata tidak ada dalam jejaring kru MNC Tv.

Dari informasi tersebut pula, Rozita meneruskan laporannya ke pihak berwajib dimana sebelumnya sempat menanyakan pelaku dengan berbagai pertanyaan bersamaan dengan Biro MNC Tv yang ada di Riau.

Rozita terpaksa meneruskan laporannya ke pihak MNC Tv. Hal ini dikarenakan delik laporannya yang masih kurang kena.

"Sudah di BAP. Tapi deliknya masih kurang kena soalnya belum sempat ada transaksi (dari Dinkes,red)," ungkap Rozita. (Tik)