Diimingi Potongan SPP
Baju Dilepas Dari Atas Sampai Perut, Oknum Kepsek SMK Swasta Tindih Siswi
KORBAN - Korban ARF bersama ayahnya saat mendatangi Polrestabes Surabaya | Foto : Sindonews
Riaubisa.com, Surabaya - Oknum Kepala Sekolah (Kepsek) salah satu SMK di Surabaya berinisial AF, melakukan perbuatan pencabulan terhadap siswinya dengan modus potongan pembayaran SPP sekolah hingga diajak jalan-jalan ke mal dan dibelikan makanan.
Perbuatan bejat yang dilakukan oknum Kepala Sekolah SMK Swasta di kawasan Jalan Kedung Anyar, Surabaya itu, telah dilaporkan kepada polisi dengan Nomor : TBL-B/210/III/RES.1.24/2021/RESKRIM/SPKT Polrestabes Surabaya dengan korban berinisial ARF.
ARF dalam laporannya membeberkan awal pencabulan yang terjadi pada dirinya sekitar Desember 2019 lalu. Saat itu, ARF disekap di dalam ruangan Kepsek dan dicabuli saat suasana sekolah dalam keadaan sepi.
Korban juga mengaku, bajunya dilepas dari atas sampai ke perut, lalu oknum kepsek tersebut menggerayangi tubuhnya.
"Pada waktu terjadi pencabulan, saya mau berontak tidak bisa karena saya ditindih. Sedangkan pintu dan jendela semuanya dikunci," kata ARF, dilansir dari tribunnews, Senin (8/3/2021).
Dia juga bercerita, ada banyak teman-temannya yang mengalami perbuatan tidak senonoh yang dilakukan oknum kepseknya itu.
Kepada korban, temannya yang kini berstatus alumni SMK itu menunjukkan bukti foto salah satu kakak kelasnya melalui HP yang sedang duduk di selangkangan AF dengan gambar buka baju.
"Bahkan ada kakak kelas saya, semua urusan sekolah dibayari oleh kepala sekolah," beber ARF.
Usai mencabuli korban, oknum kepsek itu menjanjikan ajakan jalan-jalan ke mal dan bakal dibelikan makanan, boneka, headset, tas, topi, serta diberi potongan pembayaran uang SPP oleh oknum kepala sekolah tersebut.
"Tapi sampai sekarang tidak pernah ada, Ternyata saya akhirnya dibelikan boneka," kata korban lagi.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian, mengatakan, saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadal korban terkait pencabulan yang dilakukan oknum kepala sekolah swasta itu.
"Kami juga melakukan visum korban dan memeriksa korban," kata Oki.
Disinggung apakah ada korban lain selain ARF, Oki mempersilahkan kepada korban lain untuk melapor ke polisi. "Jika ada korban lain silahkan melapor," pungkas Oki.






