Panen Raya Ikan Kakap Putih, KKP Akui Meranti Miliki Potensi Luar Biasa
Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil bersama Direktur Jenderal Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diwakili Asisten khusus Siane Indrayani melakukan panen raya kakap putih, Minggu (27/02/2022) sore. (Foto: Khairul/Riaubisa)
Riaubisa.com, Merani - Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil bersama Direktur Jenderal Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diwakili Asisten khusus Siane Indrayani melakukan panen raya kakap putih di kerambah Jaring Apung Desa Sialang Pasung, Kecamatan Rangsang Barat, Minggu (27/02/2022) sore.
Sebelum panen raya, Bupati beserta rombongan menuju Dusun pecah buyung, Desa Bantar dalam rangka penebaran benih Ikan kakap putih serta peninjauan kerambah di desa Insit.
Dalam sambutanya, Bupati Adil menyampaikan sekilas tentang Kabupaten Kepulauan Meranti yang secara geografis memiliki potensi wilayah pesisir dan kelautan yang besar dan dimanfaatkan secara optimal.
“Saat ini potensi kita disektor perikanan laut yaitu seluas ± 1.350 Ha, perikanan air payau untuk pengembangan tambak seluas ± 1.770 Ha dan perikanan air tawar ± 2.000 Ha,” jelas Adil.
Foto: Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil bersama Direktur Jenderal Perikanan, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diwakili Asisten khusus Siane Indrayani melakukan panen raya kakap putih di kerambah Jaring Apung, Minggu (27/02/2022). (Foto: Khairul/Riaubisa)
Adil mengungkapkan bahwa dari Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Riau tentang RZWP3K tahun 2020 — 2040, Kepulauan Meranti memiliki potensi untuk pengembangan Perikanan laut seluas 438,3 Ha, dimana dokumen RZWP3K ini merupakan amanah dari undang-undang Nomor 1 Tahun 2014.
Dikatakannya, Perkembangan sektor perikanan pada 2 tahun terakhir tumbuh dengan pesat, dengan adanya intervensi dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam memberikan bantuan-bantuan ke kelompok pembudidaya, hal tersebut menjadi pendukung dalam pengembangan kegiatan budidaya di masyarakat.
"Pada tahun 2020 jumlah produksi perikanan budidaya sebesar 107,18 ton meliputi perikanan air tawar, perikanan air payau dan perikanan laut dan pada tahun 2021 jumlah produksi perikanan budidaya meningkat menjadi 137,09 ton." ungkapnya.
"Seiring hal tersebut jumlah pembudidaya juga meningkat dimana pada tahun 2020 sebanyak 618 jiwa pada tahun 2021 menjadi 707 jiwa. Begitu juga penambahan sarana dan prasarana untuk budidaya laut, dimana pada tahun 2020 sebanyak 320 kantong dan pada tahun 2021 menjadi 500 kantong. " tambahnya
Sementara itu, mendengar penjelasan Bupati Kepulauan Meranti, Asisten Khusus KKP Siane Indriani menyampaikan bahwa kementrian kelautan dan perikanan mempunyai program khusus yaitu membuat kampung budidaya ikan.
Melihat potensi yang di miliki Kepulauan Meranti yang dikelilingi laut pihaknya optimis bahwa Kepulauan meranti dapat menjadi daerah atau kampung penghasil ikan kakap putih.
“Ini potensi yang luar biasa, yang tidak ada di daerah lain,” ujar Siane.
Asisten Deputi Cahyadi Rasid juga mengatakan program kampung budidaya ikan dari Kementerian Kelautan dan perikanan adalah program prioritas pemerintah pusat 2021-2026.
Selanjutnya, Dirijen pembanguan Desa kementrian Desa dan transmigrasi Sari Arta ulitonang menambahkan, untuk mendukung kampung atau desa Budidaya ikan pemerintah Desa dapat mengalokasikan dana desanya, dan untuk pemasarannya dapat melibatkan Bumdes.
Selajutnya dilakukan serah terima bantuan dari Direktorat Jendral Perikanan Budidaya, KKP berupa bantuan benih ikan kakap putih sebanyak 310.000 ekor kepada 19 kelompok pembudidaya ikan, bantuan mesin pakan mandiri sebanyak 1 paket, bantuan 25 unit keramba jaring apung untuk 6 kelompok, bantuan chest freezer sebanyak 2 unit, 5 unit blower, dan bantuan unit pembenihan rakyat.
Dan bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau berupa keramba jaring apung, obat obatan dan Gumbang senilai 1.291.788.000 untuk 3 kelompok. sedangkan bantuan dari pemerintah kabupaten Kepulauan meranti memberikan hibah lahan seluas 4.9 Ha untuk pembangunan instalansi balai benih ikan kakap putih. (Rul)






