Wakil Bupati Siak Husni Merza Hadiri Pertemuan Bersama Anggota LTKL di Jakarta

Wakil Bupati Siak Husni Merza Hadiri pertemuan bersama anggota LTKL di Jakarta/Foto: Istimewa.

Riaubisa.com, Jakarta – Wakil Bupati Siak Husni Merza menghadiri pertemuan koordinasi dan perencanaan program 2022 Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), di Kantor Sekretariat LTKL, Jakarta, Rabu Sore (19/1/2022).

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Siak Husni Merza, didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Siak Budhi Yuwono. Serta dihadiri oleh seluruh pengurus LTKL baik secara langsung maupun melalui virtual.

Kepala Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) Gita Syahrani menjelaskan, bahwa pertemuan kali ini untuk meningkatkan sinergi dengan Dewan Penasehat, Dewan Pengawas, Dewan Pengurus Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL),

“Selain itu, Agenda pertemuan kali ini pembahasan adalah 11 Update Progres LTKL dan rencana prioritas 2022, Update Progres Acara FKL 2021 Gorontalo dan Bone Bolango, serta Penetapan waktu pelaksanaan Rapat Umum Anggota LTKL tahun 2022”, terang Gita. Sebagai Wakil Ketua Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), Kabupaten Siak yang diwakili oleh Wakil Bupati Siak Husni Merza terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Bupati Siak Alfedri yang tidak bisa hadir bersama disini.

“Sebenarnya bapak Bupati Siak Alfedri ingin hadir, tetapi dengan adanya kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, maka saya yang mewakili untuk mengikuti Rapat Pengurus LTKL secara langsung”, ucap Husni.

Terkait dengan adanya LTKL ini, Pemerintah Kabupaten Siak sangat membantu dalam menjaga serta melindungi alam dengan bersama-sama. Apalagi jumlah manusia terus bertambah, bagaimana alam tetap terjaga. “Disatu sisi kami ingin masyarakat khususnya Kabupaten Siak sejahtera, dan disisi lain kami juga ingin alam terjaga meskipun diolah, tapi jangan sampai merusak”, pinta Wabup Siak.

Oleh karena itu, Kolaborasi multipihak khususnya dengan LTKL ini untuk bersama-sama menjaga alam dengan berbagai program yang telah dilaksanakan maupun yang direncanakan untuk masa depan. “Jika alam sudah rusak, maka dampak buruknya akan langsung dirasakan, dan juga kepada anak cucu kita kedepannya. Contoh seperti adanya membuka lahan dengan cara membakar”, ucap Husni Merza. (*)