Kota Madani Pekanbaru Ditengah Sorotan PSK Jalanan
Seorang PSK di sepanjang Jalan Teuku Umar Pekanbaru, bertransaksi dengan pria hidung belang, Minggu (23/1/2022) dini hari | Foto : Istimewa/Riaubisa
Riaubisa.com, Pekanbaru - Kota Pekanbaru saat ini tengah disorot. Bagaimana tidak, sepanjang Jalan Teuku Umar, Pekanbaru, berdiri wanita-wanita malam diduga Pekerja Seks Komersial (PSK).
Wanita-wanita ini setiap malam waktu dini hari, selalu mangkal di halte, trotoar, dan depan ruko usaha. Berpakaian serba ketat dan mencolok menunggu para pria hidung belang menyewa jasanya.
Aksi meresahkan ini, ditanggapi Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi. Saat dikonfirmasi, Minggu (23/1/2022) terkait fenomena tersebut, Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, berharap Pemko melalui penengak perda mengambil sikap tegas untuk ditertibkan.
"Kota Pekanbaru ini terkenal dengan masyarakat yang agamis, kota Madani. Harusnya segera ditindak," pinta Sabarudi.
Sabarudi bercerita, saat dia duduk menjadi Anggota DPRD Kota Pekanbaru periode 2004-2009 dan 2009-2014.
Dengan jabatan sebagai Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, aksi penutupan lokalisasi Teleju yang ada di Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru, berhasil ditertibkan, dengan suara parlemen nya.
Terhadap fenomena PSK jalanan ini, dia meminta Pemko Pekanbaru, harus segera bersikap. Jika terus dibiarkan, akan berdampak buruk bagi masyarakat.
"Saya yakin masyarakat Pekanbaru setuju jika Pemko Pekanbaru serius memberantas prostitusi," ungkapnya (*)






