Ruslan Resmi Dilantik Sebagai Ketua FK TPK Riau Masa Bakti 2022-2026.
Pelantikan Forum Komunikasi Tutor Pendidikan Keaksaraan (FK TPK) Provinsi Riau masa bakti 2022-2026, di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Ahad (16/1/2022) kemarin/ Foto: Humas Pemprov Riau/Riaubisa
Riaubisa.com, Pekanbaru - Koordinator Fungsi Keaksaraan dan Budaya Baca Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbud Ristek RI, Cecep Suryana resmi melantik Ruslan sebagai ketua Forum Komunikasi Tutor Pendidikan Keaksaraan (FK TPK) Provinsi Riau masa bakti 2022-2026.
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Forum Komunikasi Tutor Pendidikan Keaksaraan Pusat, Nomor :001/KH/FK.TPK/I/2022 tentang Pembentukan Forum Komunikasi Tutor Pendidikan Keaksaraan Provinsi dan susunan pengurus Provinsi Riau Periode 2022-2026.
"Saya resmi melantik pengurus FK TPK Provinsi Riau masa bakti 2022-2026, selamat menjalankan tugas," kata Cecep di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Ahad (16/1/2022) kemarin.
Sementara itu, Ketua FK TPK Provinsi Riau Ruslan, yang baru saja dilantik mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menahkodai FK TPK Provinsi Riau selama 4 tahun kedepan.
"Saya berterimaksih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan sehingga FK TPK Provinsi Riau resmi dilantik sebagai penggerak duta aksaran non formal di Riau," ujar Ruslan.
Ruslan berharap, keberadaan FK TPK Provinsi Riau di Pemerintah dapat memberikan kontribusi dan gagasan positif dengan harapan dapat bersama membantu kinerja Gubernur Riau Syamsuar, terutama dalam menghadapi era globalisasi saat ini. "Kita akan menyatukan sinergi untuk memajukan Provinsi Riau kedepan," harapnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Kamsol, turut mengucapkan tahniah atas dilantilnya kepengurusan FK TPK Provinsi Riau.
Dilantiknya pengurus FK TPK Provinsi Riau, kata Kamsol, akan banyak membantu tugas dan program yang harus dilaksanakan yaitu, mampu mendukung program pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan keaksaraan bagi masyarakat Riau.
"Pendidikan keaksaraan bertujuan untuk menuntaskan buta aksara latin dan buta aksara Arab sehingga memiliki kemampuan menulis, membaca dan berhitung serta berkomunikasi efektif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidup," ujar Kamsol.
Pendidikan keaksaraan dianggap penting karena dapat membantu program pemerintah untuk menuntaskan buta aksara, rentang usianya 15-59 tahun.
"Ini merupakan usia produktif yang sangat dibutuhkan dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa," ungkap Kamsol.
Kamsol menginginkan FK TPK Provinsi Riau dapat menjalankan perannya dalam memajukan dunia pendidikan di Bumi Lancang Kuning khusunya pendidikan bagi buta aksara.
Tirut hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) Junaidi. (Des)






