Menolak Bayar Jasa PSK, DW Babak Belur di Depan Kamar 312 Hotel Parma Pekanbaru

Ilustrasi Pengeroyokan

Riaubisa.com, Pekanbaru - Karena menolak membayar jasa usai memesan Pekerja Seks Komersial (PSK) seorang pemuda di Kota Pekanbaru berinisial DW (28) babak belur dihajar teman pria dari PSK di Hotel Parma, Jalan SM Amin, Senin (15/11) kemarin. 

Kapolsek Tampan AKP I Komang Aswatama, dikonfirmasi, Rabu (24/11/2021) mengatakan, petugas telah mengamankan tiga pelaku teman pria dari PSK yakni inisial DA (18), GR (27), dan AS (23).

"Saat diamankan, mereka mengakui telah melakukan pengeroyokan terhadap korban DW," kata Komang.

Dalam laporannya di polisi, korban DW memesan PSK wanita berinisial WN untuk berkencan dengan nya di Hotel Parma.

DW mengakui tidak membayar jasa PSK. Sebab, antara poto dan PSK yang dipesan tidak sesuai dengan yang dia pesan di aplikasi online.

"Mereka berjanjian di kamar 312. Setelah sampai di kamar, korban komplain karena orang yang dipesan tidak seperti yang di foto," ucap Komang.

Saat hendak bersetubuh, PSK tersebut tidak bersedia membuka pakaian sehingga korban jengkel dan terjadi cekcok. Karena sudah cekcok, korban sudah tidak selera lagi untuk berhubungan intim.

    "Saat pemuda ini keluar kamar dan tidak mau bayar, wanita tersebut memanggil teman-temannya," ucapnya.

    Sebanyak 3 rekan pria PSK tersebut ternyata sudah menunggu di depan kamar. Korban lalu babak belur dihajar oleh sejumlah pelaku. "3 orang pelaku melarikan handphone, dompet dan mobil korban," ungkapnya.

    Korban yang merasa dirugikan lalu membuat laporan di Polisi. Berangkat dari laporan itu, polisi lalu mengamankan sejumlah pelaku di kamar 307 dan 312 Hotel Parma Pekanbaru. (fzn)