Pencurian Besi Tower PLN
Geger Besi Tower Tegangan Tinggi PLN Dicuri, DPRD Pekanbaru: Polisi Mesti Tangkap dan Hukum Berat Pelakunya!
Aksi pencurian besi tower PLN bertegangan tinggi (SUTT) terjadi di Pekanbaru. Foto: RiauBisa.com/ Fauzan
RiauBisa.com, Pekanbaru - Aksi pencurian berkelanjutan besi tiang tower listrik PLN bertegangan tinggi (SUTT) di Pekanbaru mengancam secara serius pasokan listrik di Provinsi Riau. Risiko terburuk adalah ambruknya tower sehingga menyebabkan 'blackout' di hampir seluruh wilayah Riau. Kejadian ini mesti diusut dan pelakunya ditangkap oleh pihak kepolisian.
Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Ruslan Tarigan MH menyatakan aparat kepolisian harus menindaklanjuti laporan yang sudah dibuat oleh PLN Pekanbaru. Menurutnya, kasus ini harus diungkap pelakunya karena dampak yang ditimbulkan akan mengganggu kehidupan perekonomian dan sosial masyarakat. Akan berbahaya jika aksi pencurian terus terjadi yang mengancam ambruknya tower PLN.
"Pelakunya harus ditangkap dan dihukum sebesar-beratnya. Pencurian besi ini meski dari segi harga mungkin tidak terlalu bersar, namun dampaknya sangat luar biasa. Bisa padam kita se Riau kalau towernya ambruk. Jangan sampai blackout terjadi," kata Ruslan kepada RiauBisa.com, Minggu (10/10/2021).
Ia menyatakan pengungkapan kasus ini mesti harus dilakukan secara cepat. Pelaku harus diberi efek jerah sehingga kejadian pencurian besi tower PLN tidak terulang kembali. Apalagi, jaringan PLN merupakan instalasi vital negara yang harus mendapat pengamanan ekstra ketat.
"Perlu pengamanan yang ketat. Tindakan kriminal lewat kanibalisasi dan pencurian besi tower ini tak boleh dibiarkan. Harus diungkap sampai tuntas," tegas politisi PDI Perjuangan ini.
Ia juga meminta agar pihak PLN melakukan komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar tower. Diharapkan ada kerjasama yang baik antara PLN dengan warga sekitar tower.
"Agar masyarakat bisa ikut menjaga dan mengawasi tower yang merupakan aset negara yang vital tersebut. PLN harus meningkatkan komunikasi dan kerja samanya dengan warga sekitar," tegas Ruslan.
Diberitakan sebelumnya, telah terjadi aksi pencurian besi tiang tower listrik bertegangan tinggi di Rumbai, Pekanbaru. Sebanyak 8 tiang tower listrik yang merupakan objek vital negara itu mengalami pengrusakan akibat besi siku pada bagian bawah tower dicuri orang tak bertanggung jawab.
Tidak saja membuat kerugian negara, namun 'kanibalisasi' besi ini dapat mengancam kekuatan penyangga tower listrik tersebut.
Informasi yang dirangkum RiauBisa.com, pencurian besi siku terjadi di 8 tiang tower listrik di kawasan Muara Fajar, Rumbai. Pelakunya membobol besi siku dalam jumlah berbeda dari tiap tower. Total besi siku yang dicuri mencapai 87 batang di 8 tiang tower tersebut.
Informasinya, kasus yang merugikan negara ini sudah dilaporkan ke Polsek Rumbai pada 8 September lalu. Namun, hingga kini belum diperoleh informasi perkembangan hasil penyelidikan dari laporan pencurian besi siku tower listrik tersebut.
Kapolsek Rumbai, AKP Linter Sihaloho, Minggu (10/10/2021) dikonfirmasi lewat panggilan Whatsapp mempersilahkan RiauBisa.com untuk menghubungi Humas Polsek Rumbai. RiauBisa.com belum dapat mengonfirmasi Humas Polsek Rumbai. Pada Jumat (8/10/2021) lalu, RiauBisa.com sudah datang langsung ke Mapolsek Rumbai, namun belum mendapatkan konfirmasi perihal perkembangan kasus pencurian tower aset negara ini.
Manajer PLN UPT Pekanbaru, Aris Sofyan saat dihubungi menyatakan risiko terburuk dari aksi pencurian tersebut ambruknya tower yang mengancam pasokan listrik di Riau.
"Tentu saja risiko terburuknya adalah tower bisa ambruk. Akibatnya pasokan listrik di Pekanbaru dan Riau secara umum akan terganggu. Ini memang sangat berisiko," terang Aris Sofyan kepada RiauBisa.com, Minggu siang tadi. (*)






