Mimpi Reforma Agraria
Pak Jokowi, Lahan TORA di Siak Terlantar!
Lahan TORA di Siak yang kini sudah ditumbuhi kayu akasia. Foto: Istimewa
RiauBisa.com, Pekanbaru - Program redistribusi tanah objek reforma agraria (TORA) di Kabupaten Siak dinilai gagal. Hingga saat ini lahan TORA seluas 4 ribu hektar yang sudah dibagi-bagikan ke masyarakat tidak dapat dikelola. Kondisi lahan yang didominasi gambut sudah ditumbuhi semak belukar dan aneka kayu akasia.
"Sampai sekarang tanah itu kesannya terlantar. Tidak bisa dikelola. Sudah jadi semak belukar dan tumbuh kayu-kayuan," kata Arto, warga Sungai Apit kepada RiauBisa.com, Senin (27/9/2021). Baca juga: Lahan TORA Presiden Jokowi di Siak Terlantar, Arara Abadi Disebut Nikmati Hasil Kayu
Arto merupakan salah satu warga penerima program TORA di Siak yang dibagikan langsung oleh Presiden Jokowi saat kunjungan kerja ke Riau pada Desember 2018 lalu.
Lebih dari 4 ribu warga menerima lahan TORA di 3 wilayah kecamatan di Kabupaten Siak saat itu. Lahan TORA ini merupakan bekas HGU milik PT Mahakarya Eka Guna (MEG) dengan total luasan 10 ribu hektar. Namun, baru dibagikan sebanyak 4 ribu hektar.
Lokasi lahan TORA meliputi sebanyak 9 desa (kampung) di Siak. Masing-masing warga penerima mendapat lahan seluas 0,8 hektar atau 8 ribu meter persegi.
Di wilayah kecamatan Sungai Apit terdapat 4 kampung lokasi TORA yakni Teluk Mesjid, Lalang, Bunsur dan Mengkapan. Di wilayah Kecamatan Pusako lokasi TORA berada di Kampung Pusako, Sungai Limau, Sei Berbari dan Dosan. Sementara satu kampung di Kecamatan Mempura yakni Koto Ringin.
Menurut Arto hingga hampir 3 tahun lahan TORA dibagikan namun masyarakat tidak dapat mengelola area tersebut.
Kondisi lahan kata Arto tak memadai untuk dikelola sebagai lahan pertanian karena didominasi gambut. Jenis komoditi tanaman juga terbatas dan belum tentu ekonomis.
"Kami pun tak punya modal untuk mengerjakan lahan tersebut. Kondisi lahannya tidak ideal," kata Arto.
Arto juga menjelaskan kalau sampai saat ini warga belum mengetahui lokasi persis lahan yang mereka terima dari Presiden Jokowi tersebut. Mereka hanya diberitahu nomor kapling, namun tidak pernah tahu posisi detil lahan yang mereka dapatkan.
"Kami saja sampai saat ini gak tahu dimana lahan kami itu. Dulu cuma diberitahu nomor kaplingnya saja. Tapi, gak tahu kami dimana lokasi persisnya," pungkas Arto. (*)






