Ditemukan 13 Kasus Baru Covid-19 di Inhu, 1 Orang Meninggal Dunia
Kepala Dinas Kominfo sekaligus Jurubicara Satgas Covid-19 Kabupaten Inhu, Jawalter MPd. Foto: Diskominfo Inhu
RiauBisa.com, Inhu - Hasil pelacakan (tracking) dan pengambilan Swab PCR serta RDT Antigen yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu mendapati sebanyak 13 kasus baru Covid-19 pada Minggu (29/8/2021) kemarin. Temuan itu tersebar di 9 layanan pusat kesehatan masyarakat (puskemas) di seluruh wilayah Kabupaten Inhu.
Kepala Dinas Kominfo Inhu, Jawalter MPd menjelaskan, hasil pemeriksaan Swab PCR mendapati 6 orang terkonfirmasi Covid-19. Sementara melalui RDT Antigen diketahui ada 7 kasus baru Covid-19. Kasus terbanyak ada di Kecamatan Siberida dengan 3 kasus.
"Temuan penambahan kasus terjadi karena adanya tracking, pengambilan Swab PCR dan pemeriksaan RDT Antigen," terang Jawalter yang juga Jurubicara Satgas Covid-19 Kabupaten Inhu, Senin (30/8/2021).
Dalam siaran pers yang diterima RiauBisa.com, penyebaran kasus baru didapati di Puskesmas Pangkalan Kasai sebanyak 3 orang, Puskesmas Pekan Heran sebanyak 2 orang, Puskesmas Kilan sebanyak 2 orang dan Puskesmas Kambesko sebanyak 1 orang. Juga di Puskesmas Sipayung, Puskesmas Kuala Cenaku, Puskesmas Lubuk Kandis, Puskesmas Sungai Lala dan Puskesmas Peranap masing-masing 1 orang.
Para pasien tersebut sebanyak 7 orang melakukan isolasi mandiri, 5 orang dirawat di rumah sakit dan 1 orang meninggal dunia.
Dengan demikian, hingga Minggu (29/8/2021) kemarin total kumulatif suspek berjumlah 5.996 kasus dengan rincian isolasi mandiri 12 orang, isolasi di rumah sakit 9 orang, selesai isolasi 5.856 orang dan meninggal dunia sebanyak 119 orang.
Sementara itu, total kumulatif kasus konfirmasi hingga saat ini berjumlah 5.977 kasus dengan rincian isolasi mandiri 220 orang, rawat di rumah sakit 43 orang, masih dipantau 263 orang, sembuh 5.539 orang, dan meninggal dunia 175 orang.
"Ayo kita tetap mematuhi protokol kesehatan dengan penerapan pola hidup 5M secara ketat sebagai upaya kita bersama melindungi diri dari Covid-19," terang Jawalter. (*)






