Pemkab Inhu Targetkan 336.209 Warga Sasaran Vaksinasi Covid-19, Ini Realisasinya
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Inhu, Jawalter, MPd. Foto: Internet
RiauBisa.com, Inhu - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menargetkan sebanyak 336.209 warganya menjadi sasaran vaksinasi Covid-19. Data per 24 Agustus, jumlah warga yang telah tervaksin dosis pertama sudah mencapai 49.798 orang. Sementara dosis kedua sudah disuntikkan kepada sebanyak 36.946 orang dan sebanyak 328 orang telah menerima vaksin dosis ketiga.
"Pemerintah Kabupaten Inhu berkomitmen untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) melalui gerakan vaksinasi Covid-19 secara optimal," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Inhu, Jawalter, M.Pd.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Inhu, sasaran vaksin untuk petugas kesehatan sudah melebihi target 123 %. Dari sebanyak 1.968 orang, saat ini sudah tervaksin dosis pertama sebanyak 2.426 orang. Sementara untuk dosis kedua sebanyak 2.347 orang (119,26%) dan sebanyak 328 orang (16,67%) sudah disuntik dosis ketiga.
"Sasaran petugas publik dari sebanyak 22.410 orang yang sudah divaksinasi dosis pertama berjumlah 26.506 orang (118,28%) dan yang sudah divaksinasi dosis 2 berjumlah 19.873 orang (88,68%)," terang Jawalter yang juga juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Inhu.
Meski demikian, sasaran vaksinasi untuk kelompok lansia dari sebanyak 21.012 orang yang sudah divaksinasi dosis 1 baru berjumlah 5.449 orang (25,93%) dan yang sudah divaksinasi dosis 2 berjumlah 3.893 orang (18,53%).
"Sementara sasaran masyarakat umum dan rentan dari sebanyak 241.445 orang yang sudah divaksinasi dosis pertama berjumlah 15.001 orang (6,21%) dan yang sudah divaksinasi dosis 2 berjumlah 10.779 orang (4,46%)," terangnya.
Vaksinasi untuk kelompok sasaran remaja dari sebanyak 49.374 orang yang sudah divaksinasi dosis pertama berjumlah 416 orang (0,84%) dan yang sudah divaksinasi dosis 2 berjumlah 54 orang (0,11%).
"Pemerintah Kabupaten Inhu menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan," pungkas Jawalter. (*)






