Demam Piala Dunia 2026 Melanda Pejabat Riau, Wak Mamat Terang-terangan Jagokan Inggris
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau, Roni Rakhmat
RiauBISA.com, Pekanbaru - Semarak pesta bola terakbar, Piala Dunia FIFA 2026, kini kian membara seiring turnamen yang telah memasuki fase sengit di babak semifinal. Euforia sepak bola tidak hanya menyelimuti para pencinta olahraga di akar rumput, melainkan juga merambah hingga ke jajaran pejabat pemerintahan di Provinsi Riau yang terus mengikuti dinamika pertandingan penuh kejutan ini.
Semangat menyambut laga penentuan tersebut salah satunya dirasakan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau, Roni Rakhmat. Dukungan penuhnya kepada Tim Nasional Inggris bukanlah tren musiman, melainkan bagian dari perjalanan panjang dan kecintaannya yang mendalam terhadap dunia si kulit bundar.
Kejutan di Atas Lapangan Hijau
Menurut Roni, gelaran Piala Dunia edisi tahun 2026 ini menghadirkan alur cerita yang sangat sulit diprediksi bahkan oleh para pengamat kawakan sekalipun. Gugurnya sejumlah tim raksasa lebih awal serta melesatnya negara-negara non-unggulan hingga ke fase gugur menjadi bukti bahwa peta kekuatan sepak bola dunia kini sudah jauh lebih merata.
"Piala Dunia 2026 memang tidak bisa ditebak. Dari awal mulai saja banyak pertandingan yang bikin mengejutkan, makanya sampai saat ini tensi dan semaraknya sangat terasa di tengah masyarakat," ujar Roni Rakhmat saat berbincang hangat di Pekanbaru, Rabu (15/7/2026).
Keyakinan di Tengah Duel Gengsi Inggris vs Argentina
Memasuki babak empat besar, fokus perhatian mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru ini tertuju pada laga klasik penuh tensi yang mempertemukan Inggris dengan Argentina. Duel dua kekuatan besar dari benua Eropa dan Amerika Latin tersebut dinilai bakal menjadi ujian mental terbesar bagi para pemain di bawah tekanan atmosfer stadion.
Meski menyadari bahwa Argentina merupakan lawan yang tangguh dengan sejarah sepak bola yang kuat, keyakinan Roni terhadap skuad The Three Lions tidak goyah sedikit pun. Ia optimis tim favoritnya mampu mengatasi rintangan tersebut dan melaju mulus ke partai puncak demi memperebutkan trofi paling bergengsi di dunia.
"Apalagi tim yang saya dukung masih melaju, saya sangat optimis Inggris keluar sebagai juara dunia tahun ini. Walaupun nanti malam mereka harus berhadapan dengan Argentina, bagi saya itu bukan halangan besar," tegas pria yang akrab disapa Wak Mamat ini.
Kekuatan Skuad Thomas Tuchel dan Slogan "Football's Coming Home"
Kepercayaan diri yang tinggi dari Wak Mamat ini didasarkan pada analisis komposisi kedalaman skuad Inggris saat ini yang dinilai sangat berimbang. Di bawah asuhan pelatih taktis Thomas Tuchel, Inggris memiliki materi pemain yang merata di semua lini, mulai dari ketajaman lini serang hingga kedisiplinan barisan pertahanan.
Menanggapi perdebatan hangat mengenai sosok megabintang Argentina, Lionel Messi, Wak Mamat menimpali dengan kelakar khasnya yang optimis bahwa Harry Kane dan kolega mampu meredam dominasi tersebut. Ia juga menyinggung jargon populer pendukung Inggris, "Football's Coming Home", sebagai doa agar trofi kembali ke tanah lahirnya sepak bola modern.
"Artinya kita percaya Inggris lebih bisa unggul di lapangan nanti. Kalau Argentina punya Lionel Messi, namun jangan takut karena Inggris Insya Allah Juara," tuturnya sembari tersenyum optimis.
Prediksi Skor dan Kesetiaan Sejak Era Gary Neville
Mengenai jalannya pertandingan semifinal nanti malam, Roni memprediksi laga akan berlangsung sangat alot dan penuh drama fisik. Ia memperkirakan pemenang tidak akan bisa ditentukan dalam waktu normal 90 menit, melainkan harus melalui babak perpanjangan waktu sebelum Inggris mengunci kemenangan tipis.
"Untuk skor akhir sepertinya Inggris menang 2-1 atas Argentina. Jalannya pertandingan akan sangat ketat dan menurut perkiraan saya akan ada babak perpanjangan waktu," jelasnya secara detail.
Kisah Kesetiaan Wak Mamat: Kawal Timnas Inggris dari Debut Neville 1995 hingga Pildun 2026
Usut punya usut, loyalitas Wak Mamat terhadap Timnas Inggris rupanya telah mengakar sejak era pertengahan dekade 1990-an. Ia konsisten mengawal perjalanan The Three Lions sejak bek legendaris Gary Neville mencatatkan debut pertamanya berseragam tim nasional pada tahun 1995 silam.
"Saya suka Inggris bukan baru-baru ini saja, tetapi sejak masih muda dulu. Sejak Gary Neville melakukan debutnya untuk Timnas Inggris pada tahun 1995, saya sudah menonton dan menyukai tim ini. Bagi saya, generasi emas tahun inilah momentum paling tepat bagi Inggris untuk mengangkat trofi juara," pungkasnya.(*)






