Termasuk dari Riau, 434 Kepala Desa Ikuti Program Peningkatan Kompetensi di Universitas Indonesia
RiauBISA.com, Jakarta -- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meluncurkan Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan I di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat. Sebanyak 434 kepala desa dari 162 kabupaten/kota di 20 provinsi mengikuti program peningkatan kapasitas tersebut.
Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, La Ode Ahmad Pidana Bolombo, mengatakan program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemendagri, Universitas Indonesia, pemerintah daerah, dan pemerintah desa untuk memperkuat kompetensi kepemimpinan kepala desa.
"Program Kepala Desa Masuk Kampus merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala desa melalui kolaborasi berbagai pihak. Kami berharap para kepala desa mampu menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).
Program tersebut dibuka di Balai Purnomo Prawiro, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia, dan dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Rektor UI Heri Hermansyah, jajaran pimpinan UI, pejabat Kemendagri, serta akademisi.
Para peserta berasal dari 20 provinsi, di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Rektor UI, Heri Hermansyah, mengatakan program tersebut menjadi jembatan bagi pemanfaatan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa. Ia berharap kepala desa mampu mengoptimalkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan nasional. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur desa dinilai penting untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari tata kelola pemerintahan hingga pemanfaatan teknologi.
Selama program berlangsung, para kepala desa mengikuti pembelajaran yang dibagi ke dalam 17 kelas dengan enam fokus materi, yakni pertanian dan perkebunan, pariwisata dan ekowisata, ekonomi dan infrastruktur, mitigasi bencana dan kesehatan, pendidikan serta digitalisasi, hingga perikanan dan peternakan.
Melalui program ini, Kemendagri berharap para kepala desa mampu membawa inovasi yang dapat memperkuat pembangunan desa, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mendorong kesejahteraan masyarakat. (*)






