Sejarah Tim Ducati Pabrikan, Motor Juara Namun 'Ampas' Dikendarai Marc Marquez

Pembalap tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, terjatuh 'mandi kerikil' dalam balapan utama yang berlangsung di sirkuit de jerez, Spanyol, Minggu (26/4/2026) | Foto : MotoGP

RiauBISA.com, MotoGP - Tim Ducati Pabrikan pada tahun 2026, mengalami fase kegelapan yang cukup panjang sejak gelaran balapan kelas para raja itu dimulai. Masa paceklik tim asal Bologna Italia itu, terjadi sejak awal musim MotoGP 2026 ditambah akhir tahun 2025.

Balapan main race di tahun 2026 ini tidak pernah lagi mencicipi podium atau puasa juara. Kondisi itu terjadi sejak tim Ducati pabrikan mempercayai pengembangan motornya dengan Marc Marquez sebagai pembalap utama.

Dari catatan redaksi RiauBISA.com, Senin (27/4/2026) tim pabrikan merah itu sudah menjalani puasa 8 kali balapan utama tanpa kemenangan. Hitungan puasa podium itu dimulai sejak main race di Jepang tahun 2025.

Meskipun pembalap asal Spanyol, Marc Marquez, mengunci gelar juara dunia tahun 2025 dan Francesco Bagnaia melengkapi treble pole position, sprint, dan grand prix, namun kondisi peta balapan seminggu kemudian berubah dan hancur berantakan.

Rekan setim Marc Marquez, Francesco Bagnaia, 'mencium aspal lintasan' usai terjatuh di posisi terakhir main race di sirkuit mandalika Indonesia tahun 2025.

Kondisi itu terjadi usai motor Marc Marquez 'dihantam' keras dari belakang oleh motor Marco Bezzecchi di laps pertama balapan dan membuat pembalap berjulukan the baby alien itu, mengalami cedera patah tulang selangkangan dan cedera bahu.

Akibatnya, Ducati pabrikan harus ikhlas kehilangan pembalap utamanya. Marc Marquez absen di lima balapan di tahun 2025.

Rekannya Bagnaia memilih mundur dari semua balapan yang tersisa kala itu, meskipun memenangkan balapan singkat (sprint race) dan diketahui mengalami kerusakan teknis pada perangkat. Hasil dari catatan buruk itu, tidak ada tropi podium yang dicicipi oleh tim Ducati Lenovo tahun 2025.

Catatan awal balapan tahun 2026 ini saja, Marc Marquez baru memenangkan dua medali balapan sprint. Tidak pernah cicipi kemenangan balapan hari Minggu, dua dari empat balapan Grand Prix.

Marc Marquez kala itu, 'ditebas' oleh pembalap tim besutan VR46, Fabio Di Giannantonio untuk posisi ketiga di MotoGP Brazil 2026. Posisi kehilangan tropi juga dialami Marc Marquez di balapan MotoGP Amerika 2026 usai menyenggol line balapan sprint Fabio Di Giannantonio.

Rekannya Bagnaia juga puasa juara balapan utama di Spanyol dan Brazil. Meringis memang puasa juara, 4 balapan di awal tahun 2026 ditambah 5 balapan di akhir tahun 2025, sehingga Ducati pabrikan menambah pundi-pundi puasa gelar selama 9 balapan.

Dengan kalkulasi itu, rentetan puasa gelar menjadi terpanjang bagi tim Ducati merah sejak mereka tidak pernah meraih podium di Aragon 2012 dan Qatar 2014.

Tentu saja catatan ini masih terlalu dini untuk sebuah angka statistik. Namun, tim ini masih jauh menyamai rekor 24 balapan. Tapi dari faktanya, tim ini menghadapi momen tersulit sepanjang sejarah balapan MotoGP. (*)

Tags :MotoGP 2026