Marc Marquez Menang di Sprint MotoGP Spanyol 2026 Dengan Cara Licik 'Potong Kompas' di Pitlane; tak Ada Penalti, Sungguh Aneh

Pembalap bernomor 93 asal Spanyol itu, melakukan cara yang 'curang' dengan melakukan 'potong kompas' masuk ke pitlane usai motor merah yang dikendarainya jatuh tak jauh dari posisi masuknya pitlane | Foto : MotoGP

RiauBISA.com, MotoGP - Pembalap dari tim Honda LCR, Johann Zarco, menilai bahwa kemenangan Marc Marquez di sirkut de Jerez pada balapan sprint MotoGP Spanyol 2026, sangat aneh dan tidak ada keputusan apapun dari steward FIM.

Padahal, pembalap bernomor 93 asal Spanyol itu, melakukan cara yang 'curang' dengan melakukan 'potong kompas' masuk ke pitlane usai motor merah yang dikendarainya jatuh tak jauh dari posisi masuknya pitlane.

"Seharusnya (Marc Marquez) tidak menang. Dia (Marc Marquez) berada di Tikungan 13 dan dia kembali ke pit, itu berarti dia mundur, dan anda tidak boleh mundur di lintasan. Jika dia (Marc Marquez) tidak mendapat penalti, itu sungguh aneh," ucap Johann Zarco dalam pernyataannya dikutip RiauBISA.com, Minggu (26/4/2026).

Untuk diketahui, Pembalap tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengalami crash pada lima lap sebelum finis dalam balapan sprint di sirkuit de Jerez, Spanyol, yang digelar Sabtu (25/4/2026) kemarin.

Anehnya, dia bangkit menghidupkan mesin motor dan kembali menaiki motornya dengan cara 'potong kompas' melewati rumput di Tikungan 13 untuk masuk pit dan mengganti motor dari ban kering ke ban basah.

Akibat kemenangan 'curang dan aneh' ini, dia menang dalam balapan sprint flag to flag dengan selisih lebih dari tiga detik. Meskipun cara 'potong kompas' yang dilakukannya di tikungan terakhir setelah terjatuh, menimbulkan perbedaan pendapat di garasi paddock.

Usai insiden aneh ini, justru hakim steward FIM memutuskan bahwa Marquez tidak melanggar aturan dan tidak tidak ada keputusan pelanggaran apapun atas tindakan 'aneh dan curang' itu.

Media televisi francis canal+ bahkan mengabarkan bahwa pembalap dengan julukan the baby alien itu tidak seharusnya mendapatkan kemenangan itu di podium karena dianggap 'curang'.

"Dia (Marc Marquez) seharusnya tidak memenangkan balapan karena ketika dia mengalami kecelakaan di tikungan terakhir, itu berarti dia sudah memutuskan untuk tidak masuk pit (menyudahi balapan)," kata Zarco dalam wawancaranya di Canal+.

Zarco bahkan memandang apa yang dilihat oleh garasi di paddock bahwa 'potong kompas' di pitlane sudah sesuai aturan. Menurutnya hal ini sangatlah salah. Jika Marc Marquez menang tanpa keputusan steward FIM, hal ini karena dia dalam kondisi beruntung saja.

    "Untuk meraih kemenangan atau berada di podium, anda harus masuk pit satu lap lebih awal, jadi begitulah," ujar Zarco.

    Untuk diketahui, Johann Zarco memulai balapan sprint dari posisi kedua dan finis di posisi kedelapan pada balapan yang digelar di Spanyol.

    Sebelumnya, insiden 'potong kompas' di pitlane yang dilakukan Marc Marquez ini, cara 'licik' dari celah regulasi pernah dilakukannya di Austin 2025.

      Marc menunjukkan bahwa ia bukan hanya cepat di lintasan, tapi juga sangat memahami detail aturan Race Direction yang dibagikan setiap pekan balap.

      Dari kejadian 'potong kompas' di pitlane ini, besar kemungkinan setelah insiden Jerez 2026, Race Direction akan merevisi aturan masuk pit agar lebih ketat, terutama untuk mencegah pembalap sengaja melakukan manuver serupa di masa depan. (*)

      Tags :MotoGP 2026