Safari Ramadan di Masjid Raya Senapelan, Wali Kota Paparkan Capaian dan Arah Pembangunan Pekanbaru
RiauBISA.com, Pekanbaru – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, memanfaatkan momentum Safari Ramadan di Masjid Raya Senapelan, Minggu (22/2/2026), untuk memaparkan capaian pembangunan sekaligus target kerja Pemerintah Kota Pekanbaru ke depan.
Dalam sambutannya, Agung menyebut tahun 2025 sebagai fase awal pemerintahan yang penuh tantangan. Keterbatasan waktu membuat sejumlah program belum sepenuhnya terealisasi. Namun, sejumlah capaian strategis berhasil dicapai, terutama pada sektor infrastruktur dan pengendalian banjir.
Pada perbaikan jalan, Pemko awalnya menargetkan pengaspalan sepanjang lima kilometer. Melalui rasionalisasi dan efisiensi anggaran, realisasi melonjak signifikan hingga mencapai 42 kilometer jalan yang diperbaiki di berbagai titik kota.
“Banyak persoalan harus diselesaikan secara bertahap. Tahun pertama tentu belum mampu menjawab seluruh kebutuhan, tetapi kami terus berupaya maksimal,” ujarnya.
Di sektor penanganan banjir, sebanyak 20 titik rawan telah ditangani sepanjang 2025. Meski genangan masih terjadi di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Senapelan saat curah hujan tinggi, durasi air surut disebut lebih cepat dibanding sebelumnya. Tahun ini, Pemko bersama DPRD kembali mengalokasikan anggaran lanjutan untuk mempercepat penyelesaian persoalan banjir yang telah berlangsung puluhan tahun.
Pada bidang pendidikan, sebanyak 1.578 anak yang sebelumnya putus sekolah berhasil kembali mengenyam pendidikan. Sementara di sektor kesehatan, lebih dari 3.000 kasus stunting telah ditangani. Untuk 2026, Pemko menargetkan intervensi terhadap sekitar 500 anak yang masih mengalami stunting maupun gizi buruk.
Penguatan layanan dasar juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas lebih dari 3.000 kader posyandu yang telah mendapat pelatihan dan dukungan fasilitas guna meningkatkan kualitas pelayanan ibu dan anak.
Dalam kesempatan tersebut, Agung turut menekankan pentingnya pelestarian sejarah dan budaya, khususnya di kawasan Senapelan yang merupakan cikal bakal berdirinya Kota Pekanbaru. Salah satu langkah konkret ialah revitalisasi Rumah Singgah Tuan Kadi yang kini kembali menjadi ikon budaya dan pusat aktivitas masyarakat.
Pada Safari Ramadan itu, Pemko juga menetapkan Masjid Raya Senapelan sebagai Masjid Paripurna Kota Pekanbaru. Sebelumnya, status tersebut telah disematkan kepada Masjid Agung Ar Rahman, Masjid Agung Al Firdaus, dan Masjid Agung Al Kastoeri. Dengan penambahan ini, jumlah Masjid Paripurna di Pekanbaru menjadi empat dan seluruh operasionalnya akan didukung melalui APBD, termasuk pembinaan imam dan kegiatan keagamaan.
Mengakhiri sambutannya, Agung mengajak masyarakat menjaga persatuan serta aktif mendukung pembangunan melalui kepatuhan membayar pajak, menjaga kebersihan lingkungan, dan memperkuat pendidikan agama di keluarga.
“Pembangunan bergerak dari, oleh, dan untuk masyarakat. Modal utama kita adalah kebersamaan,” tegasnya.
Momentum Ramadan, menurutnya, menjadi ruang refleksi untuk memperkuat solidaritas sekaligus mempercepat pembangunan Kota Pekanbaru secara berkelanjutan. (*)






