Kunker Bupati Kuansing dan Anak Buah ke Luar Kota Pakai APBD; Kalau Uang Pribadi Silahkan!
Ilustrasi
RiauBISA.com, Teluk Kuantan - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Benang Merah Keadilan (BMK) menyoroti kunjungan kerja (kunker) Bupati Kuansing, Suhardiman Amby beserta anak buah ke luar kota yang dinilai tidak bermanfaat bagi masyarakatnya.
Apalagi diketahui, kondisi keuangan daerah saat ini tengah defisit. Harusnya, Bupati Kuansing tidak terlalu banyak melakukan kunker yang bersifat seremonial.
"Kunker yang dilakukan ini tidak memberikan dampak luas ke masyarakat. Kalau menggunakan uang pribadi silahkan kita," kata Ketua LSM BMK, Idris Mukni, kepada RiauBISA.com, Senin (2/2/2026).
Dari catatan, Pemkab Kuansing memiliki hutang tunda bayar tahun 2024 mencapai Rp 198 miliar dan telah dilunasi sebesar Rp 156 miliar. Ada kisaran Rp 42 miliar lagi yang belum terbayar.
Kemudian di tahun 2025, Pemkab Kuansing menambah pundi-pundi hutang tunda bayarnya. Persoalan ini terjadi ditengah Pemkab menunggu DBH pusat ke Kuansing tahun 2023-2024 Rp125 miliar dan tunda salur Provinsi Rp 132 miliar serta pemotongan TKD pusat tahun 2025 sebesar Rp 260 miliar.
Menurut Idris, di periode kedua kepemimpinan Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, harusnya meninggalkan jejak yang positif di tengah masyarakat, bukan sibuk kunker ditengah jeritan masyarakatnya.
"Jangan hanya sekadar waktu kampanye saja sibuk menyerap dan menampung keluhan masyarakat, tapi setelah jadi, jarang bercengkrama dengan masyarakat," tuturnya.
Sebelumnya, Bupati Kuansing beserta puluhan anak buahnya, melakukan kunker ke Provinsi Jawa Barat tepatnya di Kota Bandung terkait program pendidikan satu satu desa satu sarjana (Jenjang S1 hingga S3).
Perjalanan ini dibiayai lewat APBD menggunakan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD). Adapun yang berangkat yakni Kepala Dinas Pendidikan, Kabag Kesra Sekretariat Daerah, Kabag Keuangan Sekretariat Daerah serta seluruh Camat se Kabupaten Kuansing. (*)






