Usai Tabrak Marc Marquez Hingga Patah Tulang di Sirkuit Mandalika, Anak Didik VR46 Lolos Dari Cedera
Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, menabrak bagian belakang Motor pembalap Ducati Lenovo Tim, Marc Marquez di tikungan ke-7 pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, Minggu (5/10/2025) kemarin | Credit : Screenshoot
RiauBISA.com, MotoGP - Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, dinyatakan lolos dari cedera 'maut' usai menabrak pembalap Ducati Lenovo tim, Marc Marquez, saat balapan berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, Minggu (5/10/2025) kemarin.
Kabar lolosnya cedera anak didik VR46 dari insiden maut mengerikan itu, diungkapkan oleh CEO Aprilia, Massimo Rivola, dalam pernyataannya di media, seperti dilansir RiauBISA.com, dari laman crash, Senin (6/10/2025).
Rivola menyebutkan bahwa pembalapnya dinyatakan sehat dan baik-baik saja serta tidak mengalami cedera apapun pasca kecelakaan di Sirkuit Mandalika.
"Marco baik-baik saja. Kami baru saja mendapat kabar dari dokter Charte bahwa dia dibawa ke rumah sakit untuk dipindai dan tidak ada tulang yang patah. Namun dia sangat kesakitan, mungkin rasa sakitnya juga karena dua kecelakaan yang di Motegi dan yang ini (Mandalika)," kata Rivola.
Diketahui, saat balapan sprint dan Race di Sirkuit Mandalika, Marco Bezzecchi, tidak mendapatkan tarikan gas motor yang bagus saat start dimulai meski berada di pole position.
Sial dan apes-nya di balapan, justru terjadi pada lap pertama di tikungan ke-7. Motor yang dikendarai oleh pembalap asal Italia ini, menabrak bagian belakang motor Marc Marquez saat ingin menyalip dari dalam.
Akibat insiden senggolan itu, Marc Marquez tergelincir masuk gravel bersamaan dengan motor yang dikendarai oleh Marco Bezzecchi.
Buntut dari kecelakaan itu mengakibatkan juara dunia 7 kali di kelas premier ini, tersungkur dan cukup lama bangkit sebelum akhirnya Marshal datang menolong.
Saat bangkit dari kecelakaan maut itu, Marc Marquez terlihat kesakitan dan tampak memegang tangannya. Kedua pembalap dibawa ke ruang perawatan medis di Mandalika untuk mendapatkan pengobatan pasca insiden.
Usai dibawa ke ruang medis, Garasi Ducati Corse baru mengumumkan jika akibat kecelakaan maut tersebut, pembalap dengan julukan the baby alien, dinyatakan patah tulang bahu dan selangkangan dan dibawa ke Kota Madrid Spanyol untuk melakukan observasi medis.
Hingga saat ini, FIM steward MotoGP menunda keputusan terkait insiden kecelakaan tubrukan maut yang menimpa kedua pembalap.
Dalam kesempatan itu juga, Rivola mengatakan jika Motor Aprilia yang dikendarai oleh pembalapnya, Marco Bezzecchi, punya kecepatan yang bagus.
Wajar saja jika pembalapnya merasa optimis melaju dengan kecepatan tinggi pada balapan. Ini terbukti bahwa pembalapnya mampu melawan motor Ducati Gresini yang dikendarai oleh Fermin Aldeguer pada balapan Sprint di hari Sabtu (4/10/2025).
"Marco, saya rasa, jelas merupakan pembalap tercepat akhir pekan ini, jadi ekspektasinya sangat tinggi. Hal buruk memang terjadi. Namun inilah balapan," terang Rivola.
Atas nama Aprilia Racing, Rivola juga menyampaikan permintaan maaf buntut insiden ini. Menurutnya, dalam sebuah balapan hal buruk bisa saja terjadi dan diluar ekspektasi.
"Saya bertemu Davide Tardozzi dan meminta maaf kepadanya. Dan dia (Tardozzi) juga mengatakan Marco meminta maaf kepada Marc dua kali. Itu (kecelakaan) sesuatu yang sebenarnya ingin kami hindari, tetapi dalam kompetisi seperti ini kami tahu betapa ketatnya MotoGP, betapa ketatnya performanya, dan mereka semua adalah pejuang yang berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik dari motor," ulasnya. (*)






