Pentolan PDIP Kuansing Karyono Sebut Sunarto Tidak Tegak Lurus; Ngaca Dulu, Pilkada Dukung Paslon Lain!

Pengurus DPC PDIP Kuansing, Karyono

RiauBISA.com, Teluk Kuantan - Pentolan PDIP Kuansing, Karyono, mempertanyakan sikap kader PDIP Kuansing, Sunarto Masyudi, yang mengkritisi kepengurusannya di media. Tidak pernah aktif dalam kepengurusan DPC PDIP Kuansing, lalu tiba-tiba muncul cari panggung.

"Sunarto seharusnya ngaca dulu sebelum semakin ditertawakan orang lain. Selama ini kemana? Kok tiba-tiba muncul? Tidak pernah berjuang dalam pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 dan tidak tegak lurus. Malah dia (Sunarto) dukung paslon lain," ucap Karyono, kepada RiauBISA.com, Minggu (7/9/2025).

Karyono menyebutkan, sebagai kader militan partai banteng moncong putih, Sunarto harusnya tetap dalam barisan perjuangan saat Pilkada 2024 yang lalu.

"Dia (sunarto) tidak pernah tegak lurus dan tidak pernah patuh dan tunduk pada perintah partai," cetus Karyono.

Dirinya mengingatkan agar Sunarto tidak mengajarkan soal disiplin dan bicara aturan untuk tegak lurus. Harusnya sebut dia lagi, Sunarto memperbaiki terlebih dahulu sikap, komitmen, dedikasi dan perjuangan partai.

"Personal anda (sunarto) yang harus diperbaiki sebagai pengurus. Statment Sunarto ini tidak lagi objektif karena ada persoalan personal antara Haji Halim, terkait perilaku yang tidak pantas dilakukan oleh yang bersangkutan," bebernya.

Sebelumnya, pengurus DPC PDIP Kuansing, Sunarto Masyudi, menuding pengurus DPC PDIP Kuansing Karyono, sengaja 'cari panggung' dan koar-koar ke media demi memenuhi hasrat dan ambisinya.

Koar-koar ini sengaja dilakukan jelang pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar DPD dan DPC PDIP Riau.

Bahkan, terkait penunjukan Pelaksana tugas (Plt) yang diusulkan ke DPP PDIP kata dia, sudah patut dan wajar. Sebab, kondisi partai PDIP Kuansing tengah lesu pasca Pilkada 2024 karena kantor tidak dapat difungsikan dan sudah lama vakum.

Sunarto dalam pernyataannya di media menyebutkan, selama ini DPC PDIP Kuansing, hanya dikendalikan Karyono seorang. Bahkan dalam perjalanan organisasi partai, tidak ada rapat harian yang dilakukan. Kondisi itu membuat Sunarto sebagai pengurus tidak ada fungsinya.

"Banyak kader yang tak suka dengan dia. Kita bicara fakta. Buktinya tak satupun PAC yang mengusulkan namanya untuk jadi pengurus lagi. Kenapa tidak saat SK itu turun dipersoalkannya. Saya lihat dia hanya memanfaatkan momen saja," cetus Sunarto, dalam pernyataannya di media, Sabtu (7/9/2025). (*)