Bendahara PDIP Kuansing Karyono Bongkar 'Borok' Dodi SPBU Tidak Tegak Lurus; Pemilu Deklarasi 02

Anggota DPRD Riau Fraksi PDIP, Dodi Nefeldi SPBU, berjoget deklarasikan pasangan 02 Prabowo-Gibran | Screenshoot

RiauBISA.com, Pekanbaru - Bendahara DPC PDIP Kuansing, Karyono, membongkar 'borok' di tubuh partai berlambang banteng moncong putih terkait adanya 'pembusukan' yang dilakukan para kader nya.

Kali ini, dia membongkar adanya 'skandal main serong' Anggota DPRD Riau Fraksi PDIP, Dodi Nefeldi SPBU yang saat Pemilu 2024 lalu mendeklarasikan pasangan 02 Prabowo-Gibran.

Sejatinya, PDIP pada saat pemilu 2024 lalu, tegak lurus mendukung pasangan 03 Ganjar-Mahfud. 'Skandal' gugatan internal ini telah dilayangkan lewat petitum Juniwarti Halim.

"Waktu Pemilu 2024 lalu sangat jelas, Dody Nefeldi SPBU mendukung dan mendeklarasikan pasangan presiden terpilih Prabowo Subianto. Sampai saat ini saja belum ada titik kejelasan baik putusan Mahkamah Partai maupun putusan dari DPP Partai," ujar Karyono, kepada RiauBISA.com, Sabtu (6/9/2025).

Selain itu, dirinya juga membongkar praktik dugaan pemerasan penyalahgunaan kewenangan dan kekuasaan Ketua dan Sekretaris DPD PDIP Riau melalui kader PDIP yang juga orang kepercayaan nya berinisial J.

Dimana saat itu, kader PDIP inisial J mengatasnamakan orang DPP PDIP dituding meminta uang sebesar Rp 1,5 miliar kepada Haji Halim untuk mengawal perkara kasus petitum Juniwarti Halim terkait 'skandal main serong' Dodi SPBU yang telah mendeklarasikan dukung pasangan 02, dalam mengawal kasus gugatan tersebut ke DPP PDIP.

"Saat itu, yang bersangkutan (J) menyampaikan bahwa Dodi Nefeldi SPBU diputus dan dipecat Bulan Juli 2024. Namun faktanya sampai sekarang Dodi Nefeldi SPBU masih duduk manis sebagai Anggota DPRD Provinsi Riau," cetus Karyono.

Karyono juga menuding bahwa saat itu, dirinya dan Ketua DPD PDIP Riau, Zukri, bertemu dan berbincang di ruangan rapat eks Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

"Beliau (Zukri) menyampaikan bahwa back up Dodi kuat, menggunakan jaringan orang-orang intelijen. Ini jelas sudah tidak benar. Kita tegak lurus ikuti aturan namun sampai sekarang, kami DPC Kuansing yang menaungi Juniwarti Halim belum mendapakan rasa keadilan," tuturnya.

Terkait tudingan-tudingan itu, awak media RiauBISA.com, mencoba melakukan konfirmasi melalui panggilan telepon. Baik dari Ketua DPD PDIP Riau, Zukri, Anggota DPRD Riau Fraksi PDIP, Dodi Nefeldi SPBU, serta orang yang disebut sebut mengurus kasus 'skandal main serong' inisial J.

Namun ketiganya memilih bungkam berbicara di media, sejak kasus ini mulai mencuat dan hangat di sorot oleh publik. (*)