Soal Tudingan Jeki Suruhan DPD PDIP Riau yang Minta Uang Rp 1,5 Miliar, Zukri; Itu Fitnah yang Keji
Ketua DPD PDIP Riau, Zukri
RiauBISA.com, Teluk Kuantan - Ketua DPD PDIP Riau, Zukri, akhirnya angkat bicara terkait tudingan yang disebutkan Kader PDIP Kuansing, Karyono, soal 'orang suruhan' Ketua dan Sekretaris PDIP yang meminta uang Rp 1,5 miliar, dalam mengurus kasus gugatan petitum istri Halim, Juniwarti.
Nama Kepala Sekretariat DPD PDIP Riau, Jeki, disebut-sebut Karyono sebagai 'perantara' penerima aliran uang Rp 1,5 miliar, agar kasus pelanggaran etik Dodi Nefeldi SPBU yang dilayangkan Juniwarti ke Mahkamah Partai, bisa menang.
"Saya tidak pernah menerima uang sedikitpun dari Haji Halim untuk pengurusan gugatan Juniwarti di DPP. Jadi apa yang dituduhkan oleh Karyono terhadap saya tidak benar. Dan apa yang disampaikan itu fitnah yang sangat keji," ujar Zukri, kepada RiauBISA.com, Minggu (7/9/2025).
Zukri yang juga Bupati Pelalawan ini mengatakan lagi, permintaan uang Rp 1,5 miliar yang dilakukan oleh Jeki kepada Haji Halim, itu mengatasnamakan DPD PDIP Riau.
"Jika benar (minta uang) apa yang dilakukan oleh Jeki itu diluar dari Partai. Saya tidak pernah terlibat transaksi apapun, apalagi menyuruh serta menjanjikan sesuatu terhadap Haji Halim," ucap Zukri.
Soal nama Jeki yang menjabat sebagai Kepala Sekretariat DPD PDIP Riau, Zukri menyebutkan bahwa dirinya sudah memecat yang bersangkutan karena persoalan internal di tubuh PDIP.
"Sebelum Pilkada 2024 lalu, Jeki itu sudah saya pecat sebagai Kepala Sekretariat. Kita pecat karena persoalan internal. Jadi saya tegaskan, tidak benar dia itu tangan kanan saya seperti yang disebutkan. Saya tak tahu menahu, ceritanya apa, kejadiannya kapan dan dimana, saya tidak tahu," kata Zukri.
Sebelumnya diberitakan, Kader PDIP Kuansing, Karyono, menuding Ketua dan Sekretaris DPD PDIP Riau, Zukri dan Kaderismanto, menyuruh Jeki meminta uang Rp 1,5 miliar, untuk mengurus perkara gugatan petitum Juniwarti ke DPP PDIP atas kasus 'skandal main serong' Dodi Nefeldi SPBU yang terbukti telah mendeklarasikan dengan mendukung pasangan 02 Prabowo Gibran pada pemilu 2024 lalu.
Jeki dengan nada meyakinkan kata Karyono, menjanjikan jika kasus pelanggaran etik Dodi Nefeldi SPBU yang dikawalnya ini akan putus dan dimenangkan oleh Juniwarti.
Jeki dalam pernyataannya mengaminkan jika Dodi Nefeldi SPBU kata Jeki, akan diputus dan dipecat pada Bulan Juli 2024. Namun faktanya sampai sekarang Dodi Nefeldi SPBU masih duduk sebagai Anggota DPRD Provinsi Riau.
Karyono bahkan menuding saat itu dirinya dan Ketua DPD PDIP Riau, Zukri, bertemu dan berbincang di ruangan rapat eks Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.
"Beliau (Zukri) menyampaikan bahwa back up Dodi kuat, menggunakan jaringan orang-orang intelijen. Ini jelas sudah tidak benar. Kita tegak lurus ikuti aturan namun sampai sekarang, kami DPC Kuansing yang menaungi Juniwarti Halim belum mendapakan rasa keadilan," tutur Karyono. (*)






