Ini Harapan DPRD Riau di Kawasan Pacu Jalur Kuansing
Sekretaris komisi IV DPRD Riau Zulhendri. (foto/fin)
RiauBISA.com, Pekanbaru - Sekretaris komisi IV DPRD Riau, Zulhendri mengatakan kawasan pacu jalur Kuantan Singingi (Kuansing) diharapkan bisa menjadi kawasan water front city. Disamping itu untuk menghindari terjadinya pungli, Pemkab Kuansing diharapkan bisa membuat peraturan daerah (Perda).
"Ke depan wilayah pacu jalur ini kita harapksn bisa menjadi kawasan Water Front City (WFC) tertata dengan baik. Jadi bukan hanya saat even kita bikin tenda, saat even kita bikin pelataran. Kita berharap wilayah pacu jalur ini nanti bisa menjadi WFC seperti di Siak, permanen," ucap politisi fraksi PKS itu saat ditanya mengenai yang harus dibenahi di pacu jalur Kuansing, Selasa (19/8/2025).
Selain itu kata Zulhendri regulasi yang lain perparkiran, sampah, hotel penginapan atau pendataan homestay. Menurutnya orang tak mau investasi ke Kuansing karena hanya sekali setahun.
"Tapi kita coba punya data base. Misalnya home stay ada dua kamar yang bisa kita rentalkan ke masyarakat. Jadi, data itu setiap tahun bisa kita pakai," ujarnya.
Saat ditanya mengenai dugaan pungli seperti masalah perparkiran, Zulhendri mengatakan bahwa Pemkan Kuansing harus membuat Perda sehingga ada standar maksimum.
"Saya melihat ada pihak pihak memang luar biasa gitu. kan? Tapi jangan karena parkir misalnya karena tribun, orang jadi kapok. Jangan parkir sampai Rp50.000, gitu. Masyarakat boleh mendapatkan untung, tapi yang wajarlah gitu," ucapnya.
Kedepan, Zulhendri berharap agar parkir terpusat. Jadi, pemerintah nanti punya total bus. Misalnya ada 4 ruas jalan dari Pekanbaru. Kemudian yang dari Sumbar ada 3 ruas jalan besar. Nantinya, punya kantong kantong parkir di situ.
"Nah, kita harapkan ke depannya punya shuttle bus yang parkirnya satu kilo atau 2 kilometer dari titik itu. Jadi bus ini yang berputar nanti tiap 5 menit sehingga aman," pungkasnya.
Sementara itu informasi yang dirangkum awak media, lomba pacu jalur akan digelar besok, Rabu (20/8/2025).
Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid yang dikonfirmasi usai rapat paripurna membenarkan kegiatan tersebut. Ia mengaku pihak panitia di Kuansing sudah siap 90 persen. Ia pun tadi sudah mendapat laporan bahwa sudah 100 persen persiapannya.
"Insyaallah tidak ada masalah. Saya berterimakasih kepada semua pihak termasuk kerja nyata hari ini bahwa air di Sungai Kuantan sudah bersih, sudah jernih akibat penertiban Penambangan emas tanpa ijin (Peti) yang dilakukan oleh Polda Riau bekerjasama dengan Pikda Sumbar," pungkasnya.
Gubri Abdul Wahid juga menginformasikan bahwa pacu jalur Kuansing ini sudah diketahui oleh masyarakat dunia. Bahkan hari ini saja ada 4 duta besar datang tadi pagi. Kemungkinan menyusul 12 duta besar lainnya yang akan ke Kuansing, ujarnya. (fin)






