PT HKI Janji Akan Menertibkan Kendaraan Vendor

Projet manager Lingkar Pekanbaru PT HKI, Rully Finalia S. (foto/fin)

RiauBISA.com, Pekanbaru - Projet manager Tol Lingkar Pekanbaru PT Hutama Karya Infrastrultur (HKI), Rully Finalia S mengaku, kedua mitra kerjanya yakni PT Surya Mulia Nusantara dan PT Galian Saputra Jaya. Ia mengatakan, PT Surya Mulia Nusantara yang kemarin disidak oleh komisi III DPRD Riau, sudah pada posisi koordinat yang memang sudah tertera di izinnya.

"Sementara PT Galian Saputra Jaya yang disidak di Jalan Garuda Sakti itu sudah sesuai koordinat walaupun ada sedikit pergeseran sekitar 10 x 50 meter yang melewati batas," ucapnya usai hearing bersama komisi III DPRD Riau, Selasa (8/7/2025).

Memyikapi hal itu, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan memagar  pembatas supaya tidak melewati pembatas lagi. Untuk yang terlanjur digali, pihaknya akan melakukan vegetasi kembali dengan menanam sawit seperti semula.

"Sesuai rapat tadi, ini masih proses pembinaan. Jadi memang ada hal hal yang memang tidak kita sengaja. Kami jiga berterima kasih kepada semua stakeholder yang ada, bagian daripada kolaborasi kami BUMN dengan Pemerintah Provinsi Riau dan DPRD Riau yang sama sama kita mengontrol dan mengawasi aktivitas aktivitas yang ada di Riau," ucap Rully.

Rully juga berterima kasih kepada Ketua komisi III DPRD Riau, Dinas terkait menjadi bagian daripada apa kolaborasi antara BUMN dengan pemerintah terkait. 

"Insya Allah ke depannya kita akan bersama sama mengontrol dan mengawasi agar apa yang kita sepakati bersama untuk kita laksanakan ke depannya, jauh lebih baik," tuturnya.

Rully juga mengaku ada 3 vendor yang secara izin sudah ada semuanya walaupun ada yang melewati batas. Yang menjadi konsen PT HKI adalah beberapa transporter atau kendaraan dump truk yang memang ada platnya bukan plat BM.

"Jadi kita akan berupaya untuk menertibkan supaya juga menjadi pendapatan asli daerah (PAD). Kita tertibkan nanti untuk menggunakan pelat BM itu sendiri," tukasnya.

Saat ditanya mengenai truk ODOL, Rully mengatakan sepakat sehingga muatan nanti akan dibatasi sesuai kapasitas jalan. Ia pun berjanji PT HKI bertanggung jawab seperti yang terjadi di Garuda Sakti. 

"Kita perkuat itu dengan agregat, kita aspal kembali. Beberapa lubang yang memang kita lewatin dengan intensitas tinggi kita akan perbaiki. Karena itu menjadi bagian tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat," ujarnya. (fin)