Solusi Penanganan 371 Titik Banjir di Pekanbaru, Muflihun-Ade Hartati Bakal Jemput APBN

Paslon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru nomor urut 1, Muflihun-Ade Hartati dalam debat kandidat yang dilaksanakan Jumat (8/11/2024) kemarin | Foto : Bambang Irawan

RiauBISA.com, Pekanbaru - Solusi penanganan 371 titik banjir yang ada di Kota Pekanbaru, menjadi persoalan dalam tema debat kandidat yang diselenggarakan oleh KPU Kota Pekanbaru terhadap pasangan calon (Paslon) yang maju di Pilkada Serentak 2024.

Menariknya, Paslon nomor urut 1, Muflihun-Ade Hartati menjawab jika persoalan penanganan banjir ini membutuhkan biaya yang besar dan perlu 'tangan dingin' dari pemerintah pusat.

"Paslon 1 diusung oleh partai pak Presiden (Prabowo) sehingga lebih mudah untuk mencari pembiayaan pendanaan dari APBN. Kalau sudah dapat subsidi dari APBN masalah banjir pelan-pelan bisa teratasi," kata Muflihun, dalam debat kandidat tersebut.

Muflihun dalam jawabannya menyebutkan, selama menjadi Pj Walikota Pekanbaru, pihaknya sudah melaksanakan jangka pendek dalam penanganan banjir yakni melakukan pembenahan drainase dan parit-parit.

Namun, karena kondisi Kota Pekanbaru yang cukup luas dan dikarenakan ketersediaan APBD yang tidak cukup untuk menangani hal ini, maka dia optimis ketika terpilih persoalan ini akan menjadi pekerjaan rumah yang dituntaskan.

"Izinkan kalau kami menang, Paslon BERTUAH menang peluang ini (penanganan banjir) akan kita benahi," tuturnya.

Kembali ke persoalan banjir. Pemko Pekanbaru di masa kepemimpinan sebelumnya telah membuat masterplan dan melakukan pemetaan 371 titik banjir yang ada di Kota Pekanbaru.

Kondisi APBD Pekanbaru yang defisit kala itu, membuat pekerjaan tersebut terkendala dan tidak dapat dilaksanakan.

Seiring berjalannya waktu, Pemko Pekanbaru melalui instansi terkait pada tahun 2024 merencanakan alokasi Rp 5 miliar untuk menangani 10 dari 371 titik banjir yang ada di Pekanbaru secara bertahap.

Lokasi perbaikan penanganan banjir itu ada di beberapa ruas jalan utama, seperti Jalan HR Soebrantas, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Arifin Achmad, dan Rumbai.

Namun, ditengah perjalanan rencana itu tidak terealisasi oleh karena sesuatu dan lain hal. (*)