Forsilat Bergerak, 1.182 Warga Jalan Siak Payung Sekaki Hadiri Kampanye M Nasir
Sebanyak 1.182 masyarakat Jalan Siak Kelurahan Tampan Payung Sekaki, menghadiri kampanye dialogis Calon Gubernur Riau nomor urut 2, Muhammad Nasir, Sabtu (26/10/2024) | Foto : Tim Media Center Nawaitu
RiauBISA.com, Pekanbaru - Forum Silaturahmi Anak Tampan (Forsilat) yang berlokasi di Jalan Siak, Kelurahan Tampan Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, bersama koordinator dan 1.182 masyarakat tempatan, menghadiri kampanye dialogis Calon Gubernur Riau nomor urut 2, Muhammad Nasir, Sabtu (26/10/2024).
Ketua Forsilat, Suparni, kepada wartawan menyebutkan, kampanye ini didampingi Calon Wakil Walikota Pekanbaru Ade Hartati. Suparni berharap ketika nanti Ade Hartati dan Muhammad Nasir diamanahkan duduk pemimpin Pekanbaru dan Riau, keluhan warga di Kelurahan Tampan saat ini benar-benar menjadi fokus utama.
Hal yang utama mereka sampaikan adalah persoalan banjir dan jalan rusak yang membuat mereka sangat terbatas melakukan aktivitas diluar rumah.
"Ditempat kami ini hujan sebentar saja sudah banjir. Mau ke Kantor Camat saja jalan banyak yang rusak dan berlobang. Belum ada perhatian selama ini dari pemerintah," ucap Suparni.
Selain perhatian infrastruktur, Suparni juga berharap penurunan harga sembako yang melambung dan retribusi parkir di tepi jalan umum yang sangat meresahkan warga serta persoalan guru pendidikan agama bagi anak-anak yang non muslim saat ini belum ada.
"Jadi tadi ada juga warga kita minta bagaimana pemerintah hadir dan membantu guru agama bagi non muslim. Karena saat ini belum ada guru non muslim yang mengajar di sekolah negeri," ujarnya.
Program yang nantinya dicanangkan oleh M Nasir sebagai Calon Gubernur Riau dan Muflihun sebagai Calon Walikota Pekanbaru, berhubungan dengan peningkatan ekonomi usaha kemandirian.
Suparni berharap, program itu bisa membantu warga yang ada di Kelurahan Tampan Kecamatan Payung Sekaki. Dimana saat ini banyak kaum ibu-ibu mayoritas bekerja sampingan membantu suami demi menopang hidup.
"Disini suami misal kerja tukang bangunan, istrinya bekerja sebagai buruh cuci. Anak banyak. Ini dilakukan untuk menyambung hidup. Dengan program bapak Muflihun dan bapak M Nasir ini, kita nanti ingin bagaimana bisa mandiri secara ekonomi usaha dibawah kaki sendiri," harapnya. (*)






