Dewan Sebut Kota Pekanbaru Dalam Bahaya Kepungan Banjir, Kemana Anak Buah Firdaus?

BANJIR - Salah Satu Titik Banjir Yang Ada di Kota Pekanbaru | Ist

Riaubisa.com, Pekanbaru - Persoalan banjir masih menjadi titik fokus yang harus diselesaikan oleh Pemko Pekanbaru. Hampir di seluruh ruas jalan, genangan air terjadi dimana-mana. Keberadaan OPD teknis Pemko Pekanbaru, dipertanyaan oleh DPRD Pekanbaru.


"Ini bukan kali pertama, tapi setiap kali hujan deras Pekanbaru menjadi langganan banjir disejumlah wilayah. Dan ini menunjukkan Pekanbaru dalam bahaya kepungan banjir, " kata anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Wan Agusti kepada wartawan, Rabu (19/5/2021).


Menurutnya, jika hal tidak menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk segera berbenah dan diselesaikan, dikhawatirkan bencana banjir besar tinggal menunggu waktu.


"Saat ini kami melihatnya kinerja PUPR belum maksimal untuk melakukan pekerjaannya, buktinya Pekanbaru masih terendam jika hujan deras datang, " paparnya lagi.


Sebagaimana diketahui, Pemko Pekanbaru disebutkan sudah mempunyai masterplan banjir yang diselesaikan pada akhir 2020 lalu. Namun sampai saat ini belum kelihatan seperti apa realisasi dari hal tersebut.


"Ini mestinya tidak menunggu lama-lama, dan sudah harus fokus untuk penanagan banjir. Jika memang ada kewenangan provinsi mau pun pusat, segerakan koordinasinya, jangan tunggu Pekanbaru hilang tenggelam banjir, ini situasi sudah semakin memprihatinkan, tunggu apa lagi, " tegas Wan.


Seperti di tambahkan Wan Agusti, situasi dan kondisi hujan seperti yang terjadi di Pekanbaru akhir-akhir ini harusnya PUPR sudah punya plan kerja yang dapat ditunjukkan dalam upaya penanganan cepat. Dia juga mengajak semua pihak untuk memperhatikan parit dan selokan yang tersumbat oleh sampah, baik lingkungan perumahan maupun kantor atau tempat usaha. Pastikan parit-parit ada dan berfungsi. "Lakukan cepat normalisasi parit primer dan skunder," ujarnya.


Oleh karena itu, Wan mengaku sangat khawatir dengan kondisi banjir Pekanbaru saat ini. Dia menyarankan mesti dianalisa sebab akibatnya, lalu ada tindakan tegas dan solusi untuk sama-sama peduli dengan lingkungan dan hak air.


Kerjasama semua pihak dan semua lini, berjenjang sangat diharapkan. Dan Pemko pun diminta jangan segan-segan minta dukungan Provinsi Riau, atau bahkan dukungan dan kerjasama dengan Kabupaten kota dalam wilayah bisnis Pekan Sikawan. Atau bahkan ke pusat pun dukungan dan bantuan pun disarankan harus dikejar.


"Ini masalah bukan masalah sepele lagi, harus diseriusin, bukan anggap sepele. Jika harus melakukan penertiban terhadap bangunan yang tidak sesuai Perda, lakukanlah, peran Satpol PP dan OPD terkait harus jalan, " sarannya.


Makanya dari bencana banjir yang terjadi sampai saat ini, seperti contoh di jalan Soekarno Hatta, tepatnya pasar pagi arengka flyover, depan awal bros Pekanbaru, simpang sudirman-hang tuah, depan pasar buah Pekanbaru, simpang kualu panam, wilayah kecamatan Sukajadi, dan diyakini banyak wilayah yang dalam bahaya banjir, dimintanya juga para Camat dan Lurah melakukan pendataan dan laporkan ke PUPR.


"Sudah banyak keluhan masyarakat, dan bahkan banyak kerugian yang dialami masyarakat, harus gerak cepat ini. Siapa lagi yang ditunggu untuk dapat mengatasi kalau bukan kita dengan kewenangan yang kita miliki," tuturnya.