Ini Keterangan Polisi Penyebab Dokter Gantung Diri di Bengkalis

Polres Bengkalis telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi temuan dokter Simon Petrus Pinem (42), meninggal gantung diri, Selasa (23/5/2023).

Riaubisa.com, Bengkalis - Pihak Kepolisian Resort (Polres) Bengkalis telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi temuan dokter Simon Petrus Pinem (42), meninggal gantung diri, Selasa (23/5/2023).

Kapolres Bengkalis AKBP Bimo Setyo Anggoro, melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Reza menjelaskan, korban ditemukan dalam kondisi gantung diri menggunakan tali di depan pintu kamar tempat praktek dokter Simon di Jalan Kelapa pati tengah Desa Kelapa Pati Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Hasil olah TKP, orang yang pertama kali menemukan korban tewas tergantung adalah Epi Saputra karyawannya.

BACA JUGA: Dokter di Bengkalis Tewas Gantung Diri di Tempat Praktik

Kronologisnya, jelas Reza, awalnya sekitar pukul 15.00 WIB Epi karyawan editor video korban masuk ke tempat praktik dokter Simon dilantai 2 untuk mengantarkan buah durian. Namun pintu dalam keadaan terkunci.

Lalu, Epi berinisiatif mengambil kunci cadangan langsung membuka pintu dan menemukan korban dengan keadaan tergantung tali di depan pintu kamar dengan posisi berlutut.

Melihat penampakan majikannya tewas dengan kondisi leher tergantung, Epi langsung turun kebawah dan memanggil tetangga yang ada di sekitar lokasi tersebut.

"Korban dibawa ke RSUD Bengkalis untuk mengetahui penyebab kematiannya," terang Reza.

 

Reza mengatakan, menurut hasil verifikasi tim dokter RSUD dari pemeriksaan luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka akibat benda tumpul/tajam pada tubuh korban.

Sedangkan, pengamatan dokter ditemukan bekas jeratan tali berbentuk huruf V. "Tanda ini identik dengan gantung diri," ucap Reza.

Selain itu, tim medis juga menemukan lidah korban dalam kondisi menjulur keluar dan terjepit oleh gigi.

Temuan lainnya, dokter menemukan cairan air seni pada celana dalam korban.

"Mayat korban sudah dalam kondisi kaku mayat dan lebam mayat. Diperkirakan mayat telah meninggal sekitar 4-6 jam sebelum ditemukan," jelas Reza.

Menurut keterangan Epi Saputra karyawannya korban disebut memiliki beban pikiran akibat istri korban meninggal dunia pada lebih kurang 6 bulan yang lalu akibat laka lantas di Tol Batin Solopan.

Korban menurut pihak keluarganya yang berada di Pekanbaru akan dibawa ke Pematang Siantar Sumatra Utara untuk dikebumikan.

"Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi, karena kerabatnya menerima hasil visum yang dilakukan tim dokter," pungkas Reza. (*)