Selain Bupati Meranti dan Pejabat, Ketua Tim BPK Riau Juga Ikut Kena OTT KPK
Ketua Tim BPK Perwakilan Riau, Fahmi digiring petugas KPK masuk ke gedung putih untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan kasus suap
Riaubisa.com, Jakarta - Selain Bupati Meranti HM Adil, Pejabat dan pihak swasta, operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyasar ke Fahmi Ketua Tim BPK Perwakilan Riau.
"Benar, ada satu orang (Tim BPK Perwakilan Riau) yang ditangkap dalam kasus ini," ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangan yang diterima awak media, Jumat (7/4/2023).
BACA JUGA: Buat Dapatkan WTP, Bupati Meranti HM Adil Ternyata Suap Auditor BPK
BACA JUGA: Miliaran Rupiah Disita, KPK Sebut Bupati Meranti HM Adil Terima Suap Sejak 2021
Sekadar diketahui, KPK melakukan OTT dan mengamankan 25 orang dalam operasi senyap yang dilakukan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Kamis (6/4/2023) malam kemarin.
Total 25 orang itu termasuk Bupati Meranti Muhammad Adil, beberapa kepala dinas, pihak swasta, hingga sekretaris daerah (sekda) Meranti.
Langkah dan gerak gerik HM Adil cs dikabarkan sebelumnya telah diintai oleh lembaga anti rasuah dalam tindak pidana dugaan suap pengadaan jasa umroh. Adil diduga menrrima pemotongan uang persediaan dan ganti uang persediaan (UP dan GUP) dengan nilai 5-10 persen.
Adil Cs dalam kasus ini sudah ter capture awal. Atas informasi ini, tim KPK bergerak cepat melakukan pengembangan.
Muhammad Adil cs, dikabarkan dibawa ke Jakarta, telah tiba di gedung merah putih sejak pagi.
Ali mengatakan selain Bupati, puluhan pejabat strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Meranti juga ikut dibawa. Mereka berangkat dari Meranti pada pukul 10.00 WIB pagi.
Nama Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil sempat mencuat saat ia mengeluarkan pernyataan dan menyebut pegawai Kemenkeu sebagai iblis atau setan dalam rapat koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah se-Indonesia di Pekanbaru 8 Desember 2022 lalu.
Adil menilai Kemenkeu telah mengeruk keuntungan dari eksploitasi minyak di daerah yang dia pimpin. "Ini orang keuangan isinya iblis atau setan. Jangan diambil lagi minyak di Meranti itu. Gak apa-apa, kami juga masih bisa makan. Daripada uang kami dihisap oleh pusat," ujar Adil dalam tayangan video berdurasi 1 menit 55 detik yang beredar di media sosial. (*)






