Kakek 101 Tahun Sebatang Kara Mbah Karma Dibantu Baznas Kuansing Paket Sembako
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kuantan Singingi (Kuansing) beserta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing, langsung turun meninjau kediaman mbah karma, penerima bantuan Rumah Layak Huni (RLH) yang viral disorot karena kondisi memprihatinkan
Riaubisa.com, Teluk Kuantan - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kuantan Singingi (Kuansing) beserta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing, langsung turun meninjau kediaman mbah karma, penerima bantuan Rumah Layak Huni (RLH) yang viral disorot karena kondisi memprihatinkan.
Tim dari Baznas Kuansing turun di Kecamatan Logas Tanah Darat (LTD) Desa Kuantan Sako, dengan membawa bantuan berupa bahan pokok berupa beras, telur dan sembako dalam bentuk lainnya untuk diserahkan dan didampingi oleh pemerintah desa setempat.
"Tadi pagi Baznas Kuansing sudah turun langsung di kediaman mbah karma dan bantuan sudah diberikan," kata Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kuansing, Suhardirman Amby, kepada Riaubisa.com, Selasa (24/1/2023).
Untuk bantuan RLH, Pemkab Kuansing kata Suhardiman, bakal memprioritaskan rumah mbah karma agar segera dibangun.
Sementara, untuk jaminan kelangsungan hidup Pemkab melalui instansi terkait bakal memberikan bantuan beras dan mbah karma akan masuk dalam Penerima Keluarga Harapan (PKH) dan dibantu juga berupa bantuan langsung tunai.
"Untuk bantuan lainnya, nanti akan kita tambah lagi bantuan sosial lainnya," terangnya.
Sebelumnya, kondisi mbah karma telah didengar oleh Suhardiman Amby. Pihaknya langsung merespon dan tim bergerak dengan cepat.
Kehidupan mbah karma diketahui usai Anggota DPRD Kuansing dari Partai Hanura, Darwis, meninjau langsung calon penerima bantuan Rumah Layak Huni (RLH) di Kecamatan Logas Tanah Darat, Desa Kuantan Sako, Kuansing.
Yang disorot adalah mbah karma. Kondisi rumahnya sungguh memprihatinkan. Saat dikunjungi, kakek yang kini berusia 101 tahun, duduk di kursi.
Beliau diketahui tinggal sendiri dirumah yang di tempatinya saat ini. Bahkan, rumah yang ditempati sudah tidak layak.
Dalam kunjungannya itu, mbah karma bercerita jika dirinya ternyata baru bisa makan apabila ada uluran tangan dari orang sekitar dan dibantu oleh orang dermawan.
Mbah karma saar ini mengalami gangguan pengelihatan hampir 20 persen. Saat kunjungan, Darwis menceritakan bagaimana dirinya menyaksikan sendiri mbah karma makan nasi yang sudah basi dan dikerubungi semut.
Dia mengajak warga Kuansing termasuk orang dermawan menyisihkan sebagian uangnya menjadi donatur untuk membantu mbah karma saat ini.
"Datang dan dengarkanlah kisah pilu mbah karma, mari kita ringankan beban mbah karma," tuturnya. (*)






